Sambas Times. Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) akan menentukan kembali siapa yang menjadi pucuk pimpinan perguruan tinggi negeri yang terletak di ujung Borneo ini.
Abdi Kurnianto Selaku Presidium Korps Alumni Mahasiswa Politeknik negeri Sambas (KAM-Poltesa) menyampaikan harapannya untuk Direktur Poltesa masa khidmat 2025-2029.
“Selaku alumni Poltesa dan secara pribadi. Ia menitipkan harapan, siapa pun yang menjadi pucuk pimpinan Poltesa, mampu memberikan perubahan signifikan bagi Kabupaten Sambas, khusus Kalimantan Barat,” harapnya.
Ia mengakui, tidak bisa dibantah, bahwa keberadaan perguruan tinggi menjadi motor utama dalam derap langkah peradaban di daerah itu sendiri.
“Poltesa yang sudah menapaki usia 17 tahun, kini sudah tidak lagi disibukan persoalan infrastruktur dan sarana prasarana, kami melihat telah banyak kemajuan dari segi infrastruktur dan sarana penunjang lainnya,” katanya.
Harapan kedepan, bagaimana Poltesa mampu mencetak generasi anak bangsa yang mampu bersaing, serta menciptakan inovasi-inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Poltesa harus kembali ke khittah sebagai kampus vokasi untuk menjawab problematika aktual dan kontemporer,” ujarnya.
Selain itu, Poltesa harus menjadi ekosistem bagi tumbuh dan bersemainya bibit unggul generasi bangsa. Sehingga menjadi mainstream bagi stakeholder Poltesa.
Kampus Harus Menjadi Rumah Yang Menyenangkan
Abdi juga berharap bagaimana kampus bisa menjadi rumah yang baik dan menyenangkan bagi mahasiswa untuk membuka cakrawala pengetahuan, serta kematangan emosi.
Yang tidak kalah penting, bangunan kampus tumbuh jadi motivasi berprestasi, bukan sekedar tempat peralihan dan pelarian masa remaja mahasiswa dari ekosistem keluarga ke ekosistem kampus.
“Dulu mengenyam pendidikan tinggi adalah prestise, karena dianggap sebagai batu pijak memperbaiki masa depan. Kini berbekal ijazah saja tidaklah cukup, pengalaman, jam terbang dan jejaring menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.
Ia berharap Poltesa harus menjadi skillhub bagi mahasiswa dan alumninya. Poltesa harus bisa menjembatani skill trap dan transformasi digital saat ini.
“Kami yakin keberadaan Poltesa menjawab kebutuhan tenaga terampil angkatan kerja kedepan. Karena semangat jaman menuntut Poltesa memperkuat ruang kolaborasi dan kemitraan untuk menjembatani isu-isu dan agenda pembangunan bagi kemaslahatan publik,” tutupnya.
Penulis : Jaynudin | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















