Home / Budaya

Kamis, 11 Desember 2025 - 11:55 WIB

Mengenal Mata Uang Sambas Koin Malik Al Adil, Dibuat Tahun 1819

Koin Malik Al Adil Koleksi Museum Daerah Kabupaten Sambas yang ditemukan di Palembang oleh aktivitas penyelamat merupakan koin mata uang yang pernah beredar di Sambas tahun 1819.

Koin Malik Al Adil Koleksi Museum Daerah Kabupaten Sambas yang ditemukan di Palembang oleh aktivitas penyelamat merupakan koin mata uang yang pernah beredar di Sambas tahun 1819.

Sambas Times. Kesultanan Sambas tahun 1819 memiliki mata uang tersendiri, yaitu Koin Malik Al Adil, uang koin ini dibuat di Sambas pada masa kepemimpinan Sultan Muhammad Ali Syafiudin atau Pangeran Anom.

Dr Sunandar Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (Unnisas) pada Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Daerah Kabupaten Sambas menjelaskan materi tentang Uang Koin Malik Al Adil.

Dikatakan Sunandar, Koin Malik Al Adil yang saat ini berada di Museum Daerah Kabupaten Sambas. Pada masa Sultan Muhammad Ali Syafiuddin dibuat di Sambas dan pernah beredar di Sambas.

Ia menjelaskan, Koin Malik Al Adil justru bukan di temukan di Sambas, tapi di temukan di Palembang dan Malaka. Sedangkan Koin Malik Al Adil yang saat ini ada di Museum Daerah Kabupaten Sambas didapatkan di Palembang.

BACA JUGA:  Bupati Satono Hadiri Tumpahan Salok di Istana Kesultanan Sambas

“Koin Malik Al Adil di Museum Sambas ditemukan di Palembang melalui aktivitas penyelamat di awal tahun 2000. Alhamdulillah koin ini bisa di simpan di Museum Daerah Kabupaten Sambas,” ujar Dr Sunandar menjelaskan.

Dikatakan Sunandar, koin Malik Al Adil ini banyak menyimpan sejarah, yang sebelumnya tidak kita ketahui. Ia berharap Seminar Hasil Kajian Museum Daerah Kabupaten Sambas ini bisa menjadi agenda tahunan untuk pemajuan kebudayaan.

Selain koin Malik Al Adil, Dr Sunandar juga menjelaskan deskripsi tentang Tenun Sambas dan Pedang Samsir. Menurutnya, masih banyak koleksi bersejarah yang ada di museum yang belum di deskripsikan.

BACA JUGA:  Poltesa Jalin Kerjasama Internasional di Malaysia

“Dari koleksi yang ada di Museum Daerah Kabupaten Sambas, ini banyak menyimpan sejarah. Yang tentunya berhubungan dengan peradaban kita di masa lalu, namun masih banyak yang belum di deskripsikan,” jelasnya.

Sunandar berharap seminar ini bisa terus dilaksanakan, jika perlu di perluasan, sehingga koleksi bersejarah yang ada bisa di ketahui luas. Khususnya generasi muda Kabupaten Sambas. “Semoga semakin koleksi bersejarah yang bisa di deskripsikan,” harapnya.

Penulis: Muhammad Ridho I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Masyarakat antusias menyaksikan Festival Budaya Perbatasan 2023 yang di gelar BPK Wilayah XII Kalbar

Budaya

Warga Antusias Saksikan Festival Budaya Perbatasan di Sambas
Ketua MABM Kabupaten Sambas Misni Safari menyerahkan hadiah

Budaya

MABM Apresiasi Desa Rambi Lestarikan Olahraga Sampan Bidar
Gawai Dayak

Budaya

Figo : Gawai Dayak ke-XVIII Bangun Identitas dan Promosi Daerah
Penari Zapin Lembut Melayu Sambas yang akan tampil di Museum Kalbar 12 Oktober 2023 mendatang.

Budaya

Tari Zapin Lembut Sambas Akan Tampil di Museum Kalbar
Pengurus MABM Kabupaten Sambas foto bersama Camat Sajad usai pengukuhan MABM Kecamatan Sajad

Budaya

Misni Kukuhkan MABM Kecamatan Sajad
TNI dan Forkopimcam

Budaya

Sinergi TNI-Polri Bersihkan Selokan Area Kota Pemangkat
Pokdarwis Tanjung Api

Budaya

Majukan Pariwisata, Pokdarwis Tanjung Api Ikut Pelatihan Hospitality House
Kadis Dikbud Kab Sambas Samekto Hadi Suseno menikmati Bubor Padas bersama undangan

Budaya

Desa Dalam Kaum Miliki Poin Strategis Jadi Desa Budaya
error: Content is protected !!