Sambas Times. Dosen Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Andi Maryam resmi menyandang gelar doktor, dalam sidang promosi yang berlangsung khidmat di Kampus UIN Alauddin Makassar, Jumat (10/6/2026).
Direktur Poltesa mengapresiasi disertasi yang berjudul “Integrasi Sertifikasi Halal dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik dalam Perspektif Maqashid Syariah dalam Implementasi Teknologi Rekayasa Pangan di Kabupaten Sambas”.
Dalam penyusunan karyanya, ujar Yuliansyah, Andi Maryam dibimbing tim promotor yang terdiri dari, Prof Dr H Muslimin H Kara MAg. Bersama Kopromotor Dr H Nasrullah Bin Sapa Lc MM dan Dr H Sumar’in, SEI MSi.
Menurutnya, studi ini mengambil lokus pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pangan di Kabupaten Sambas. Yang telah mulai mengadopsi teknologi rekayasa pangan.
Yuliansyah mengulas, dalam paparannya, Andi Maryam menyoroti kondisi riil di lapangan. Di mana Sertifikasi Halal dan CPPOB saat ini masih berjalan secara parsial atau terpisah.
“Kondisi ini dinilai menimbulkan beban administratif bagi pelaku usaha, tumpang tindih persyaratan. Hingga duplikasi proses audit yang berdampak pada rendahnya efisiensi operasional UMKM,” ujar direktur.
Andi Maryam dalam disertasinya, melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus. Penelitian yang merumuskan sebuah model integrasi baru yang berpijak pada perspektif Maqashid Syariah.
Hasilnya, Andi Maryam berhasil menginstruksikan lima Standar Operasional Prosedur (SOP) terpadu yang mencakup fasilitas produksi, pengendalian proses kritis, higiene dan sanitasi, manajemen penyimpanan, hingga sistem penarikan produk.
Model Ini Menyatukan Indikator CPPOB dan Jaminan Halal
Direktur menyebut, model ini menyatukan indikator CPPOB dan standar jaminan halal yang kemudian dipetakan ke dalam prinsip perlindungan agama, perlindungan jiwa, serta perlindungan harta.
Menurut direktur, temuan ini menegaskan bahwa harmonisasi antara regulasi keamanan pangan dan standar halal merupakan kebutuhan strategis. Terutama dalam mereformasi tata kelola mutu pangan nasional.
Integrasi tersebut bukan hanya soal administrasi, melainkan upaya struktural untuk memperkuat daya saing UMKM serta menjamin perlindungan konsumen secara menyeluruh.
Model integrasi yang ditawarkan dalam disertasi ini diharapkan dapat menjadi prototipe pedoman operasional bagi UMKM pangan olahan, khususnya di Kabupaten Sambas.
“Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual yang signifikan bagi pengembangan industri pangan halal yang lebih efisien, akuntabel, dan berkelanjutan di Indonesia,” harapnya.
Sivitas akademika Poltesa menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dr Andi Maryam SSi MPd. Atas keberhasilannya menyelesaikan studi Doktoral (S3) di UIN Alauddin Makassar.
Pencapaian ini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan lompatan besar penguatan institusi. Dengan bertambahnya jumlah doktor di lingkungan Poltesa.
“Ini adalah bukti komitmen Poltesa dalam meningkatkan kualitas SDM. Demi menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan, inovatif, dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Sidang promosi Andi Maryam dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof Dr H Kamaluddin Abunawas MAg. Dengan prestasi gemilang dosen Poltesa dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Dengan tim penguji yang terdiri dari Prof Dr H Mukhtar Lutfi MPd, Dr Hj Yuspiani MPd dan Dr Wulan Purnamasari MEc Dev. Andi Maryam memaparkan penelitian mendalam mengenai integrasi sertifikasi halal dan CPPOB.
Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















