Sambas Sambas. Bupati Sambas Satono mengeluarkan surat himbauan tentang antisipasi bencana hidrometeorologi bagi masyarakat pesisir pantai, nelayan, operator transportasi laut dan wisatawan.
Dalam surat pengumuman Nomor: 360/12/PK/BPBD, bupati mengumumkan kepada masyarakat potensi cuaca ekstrem wilayah pesisir Kabupaten Sambas.
“Berdasarkan informasi tematik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pertumbuhan awan hujan Indonesia berpotensi menjadi ekstrem wilayah pesisir Kabupaten Sambas,” tulisnya.
Kecenderungan tinggi muka air naik menyebabkan gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter di permukaan laut.
“Oleh karenanya saya menghimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menjalankan aktivitas di laut. Terutama wilayah perairan Laut Natuna dan perairan Utara Sambas,” imbaunya.
Bagi pengunjung wisata pantai untuk menghindari dan mencari tempat aman ketika terjadi awan gelap. Dan angin kencang yang berpotensi menyebabkan ombak tinggi di pinggir pantai.
“Bagi pengunjung wisata gunung untuk mencari tempat aman apabila cuaca berubah-ubah berpotensi terjadinya longsor dan banjir bandang,” lanjut bupati.
Bupati meminta masyarakat untuk selalu memantau update informasi cuaca BMKG dari saluran resmi.
“Berkoordinasi dan berkomunikasi aktif dengan BPBD Kabupaten Sambas melalui media center bencana dengan nomor whatsapp 0821-4930-0028,” jelasnya.
Hingga penghujung Januari, tepatnya Kamis, (26/1/2023). Dalam dua hari terakhir terpantau volume air tinggi hingga menutupi jalan utama dan gelombang besar di wilayah pesisir seperti Pemangkat, Paloh, dan sekitar pelabuhan Perigi Piyai. (Ris)















