Sambas Times. Komisi IV DPRD Kalbar bersama PLN Wilayah dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XX Kalbar meninjau titik penerangan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB), kemarin Jumat (17/3/2023).
Ketua Komisi IV DPRD Kalbar H Subhan Nur mengatakan. Peninjau JSSB untuk memediasi PLN, BPJN dan Pelaksana Kerja agar penerangan bisa dulu terpasang sebelum jembatan jadi.
“Kita minta PLN dan BPJN bisa sinergis, manfaat penerangan sangat menghemat pengaliran listrik untuk Kecamatan Tekarang, Jawai dan Jawai Selatan,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Kalbar.
Subhan menegaskan, banyak yang hal yang ditemukan Komisi IV terkait koordinasi yang agak mandek, jadi sebelum jembatan jadi. Sudah ada perencanaan, konsep dan desain dari PLN untuk penerangan melalui JSSB.
“Banyak manfaat pemasangan kabel listrik melalui JSSB, yaitu penghematan biaya, dan kedua kekuatan ketegangannya. Sehingga Komisi IV meminta PLN dan BPJN meningkatkan koordinasi,” ujar Legislator Fraksi Nasdem DPRD Kalbar menegaskan.
Menurutnya, terkadang banyak masalah tidak selesai karena komunikasi yang tidak baik, oleh karenanya kita lakukan mediasi demi Kabupaten Sambas. “Yang terpenting tahun 2024 masyarakat Sambas sudah bisa menyeberangi Sungai Sambas Besar,” bebernya.
Subhan mengatakan, dari keterangan pelaksana pekerjaan, JSSB selesai sesuai skedul tahun 2024, artinya JSSB sudah bisa lalui, dan ini tidak terlepas dari perjuangan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Syarif Abdullah Alqadri.
“Selalu kader Nasdem saya turut mengawal ini, mediasi PLN dan BPJN untuk menyukseskan pembangunan JSSB, serta penerangan jembatan dan pemukiman masyarakat,” beber dia.
Dalam kesempatan itu, Subhan juga meminta Pemerintah Kabupaten Sambas sudah mendesain Penerangan Jalan Umum (PJU) dari awal. Sehingga penerangan jalan sudah ada sebelum jembatan jadi.
“Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Kalbar meninjau JSSB dengan harapan sebelum jembatan itu selesai perencanaan lampu maupun jaringan penerang jembatan dan jalan bisa terealisasi,” harap Subhan Nur. (Jyn)














