Home / Kesehatan / Pemerintahan

Rabu, 7 Juni 2023 - 13:20 WIB

P3AP2KB Gelar Puspaga di Kecamatan Tangaran

Kegiatan Puspaga yang di gelar Dinas P3AP2KB di Desa Merpati Kecamatan Tangaran, Rabu (7/6/2923).

Kegiatan Puspaga yang di gelar Dinas P3AP2KB di Desa Merpati Kecamatan Tangaran, Rabu (7/6/2923).

Sambas Times. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sambas menggelar kegiatan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Kecamatan Tangaran. Rabu, (7/6/2023).

Pembukaan Puspaga Desa Merpati, Kecamatan Tangaran dihadiri Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi. Kabid Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB Nisa Azwarita, Camat Tangaran Azhari, Kades Merpati Adi Saputra, Babinsa, dan peserta kegiatan Puspaga.

Kabid Pemberdayaan Perempuan Nisa Azwarita mengatakan, Desa Merpati merupakan desa ke 4 dari 7 desa se Kabupaten Sambas yang menjadi sasaran Puspaga tahun 2023.

“Ini sudah desa yang ke empat, Desa Merpati ini masuk tahun ke dua sebagai desa lokasi fokus stunting. Walau ada penurunan angka stunting tapi masih tergolong tinggi,” jelasnya.

Nisa berharap tahun depan angka stunting Desa Merpati dapat menurun bahkan nol kasus stunting. Sehingga program Desa Merpati dapat menyentuh lapisan masyarakat.

BACA JUGA:  Ferdinan Harap Musrenbang RKPD Bawa Kemajuan Daerah

“Nanti kita akan berikan 21 pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta, dan juga akan kita berikan zat tambah darah bagi ibu-ibu hamil untuk perkembangan gizi. Selain itu akan diberikan materi bagaimana nilai religius dalam pola asuh anak,” sebutnya.

Camat Tangaran Terus Berupaya Turunkan Angka Stunting

Camat Tangaran Azhari menuturkan sudah 2 kali berkoordinasi dengan lembaga KB. Hal tersebut dilakukan dalam upaya penurunan kasus stunting di Kecamatan Tangaran.

“Memang dalam menangani masalah satu ini tidak hanya Dinas KB saja, tapi Puskemas, termasuk KUA, Kades. Yang terpenting tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Azhari mengatakan, program kesehatan Kecamatan Tangaran saat ini sudah berjalan dengan baik. Ia berpesan agar masyarakat tidak fokus pada penanganan gizi saja.

“Tetapi yang sama pentingnya ini adalah penanganan pola perilaku hidup. Yaitu bagaimana anak kita tidak menikah dengan usia dibawah umur,” pesannya.

BACA JUGA:  Edi Juhari Pimpin PPDI Kecamatan Tekarang

Kepala Desa Merpati Adi Saputra mengatakan bahwa Desa Merpati 2 tahun berturut turut mengalami lokus stunting

“Pada tahun 2021 kita masuk pada penanganan vaksin dan bersamaan dengan Pergub lokus stunting saat itu, dan kita kesulitan untuk mengarahkan pendanaan,” jelasya.

Adi menuturkan bahwa Pemerintah Desa Merpati sudah menganggarkan 129 juta untuk menangani kasus stunting di desanya.

“Kita bergerak sesuai dengan intervensi yang dapat ditangani oleh desa, dan mulai januari 2023 kita sudah menjalankan program per bulan 30 dek telur di posyandu, dan ada vitamin bagi Ibu hamil,” ungkapnya.

Lebih jaih Adi menjelaskan intervensi penanganan stunting dimulai pada usia bayi baru lahir hingga 2 tahun, dan 2 tahun keatas sudah lepas intervensi. (Ris)

Share :

Baca Juga

Perawat Puskesmas Semparuk melakukan pemeriksaan kepada Lansia

Kesehatan

Puskesmas Semparuk Gelar Posyandu Lansia dan Posbindu PTM
Tim Safari Jumat Peduli Stunting membagikan telur di Posyandu Mawar Terpadu, Dusun Sebambang, Desa Sebayan.

Kesehatan

Safari Jumat Peduli Stunting, UPZ Kecamatan Sambas Bagikan Telur
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Satono Sebut Liga Instansi Eratkan Silaturahmi ASN
BKPSDMAD SAMBAS

Pemerintahan

10 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemda Sambas Dilantik
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Sambas Kukuhkan FKUB Kabupaten Sambas
DPRD Kabupaten Sambas

Olahraga

DPRD Dapil Sambas 1 Dukung Lomba Sampan Bidar Keramat Bantilan
Desa Tangaran

Pemerintahan

KPP Tangaran Diminta Jaga Sanitasi Untuk Keberlanjutan Program
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Sambas Launching Gerakan 1000 Perpustakaan
error: Content is protected !!