Home / Pemerintahan

Kamis, 22 Desember 2022 - 13:55 WIB

Pekerjaan WF Sambas Wanprestasi, Gubernur Harus Tanggungjawab

Komisi IV DPRD Kalbar meninjau pekerjaan Waterfront Sambas yang gagal oleh pelaksana kerja, Kamis (22/12/2022).

Komisi IV DPRD Kalbar meninjau pekerjaan Waterfront Sambas yang gagal oleh pelaksana kerja, Kamis (22/12/2022).

Sambas Times. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar, Subhan Nur mengaku kecewa dengan hasil pengerjaan kontraktor terhadap Waterfront Istana Alwatzikhobillah, Kabupaten Sambas.

Dikatakan Subhan, pekerjaan tersebut salah teknis yang menyebabkan tebing Waterfront Muara Ulakan rubuh. Gubernur harus tanggungjawab dan menganggarkan kembali tahun 2023.

“Setelah kita monitoring kenyataan di lapangan, pekerjaannya yang dilakukan ini hancur lebur, terjadi abrasi disebabkan kesalahan teknis,”. Kata Ketua Komisi IV DPRD Kalbar H Subhan Nur, Kamis (22/12/2022).

Legislator Partai Nasdem ini mengatakan, hancurnya Tebing Muare Ulakan tersebut bukan karena bencana, namun karena kesalahan teknis dari kontraktor. Sehingga ia meminta Gubernur Kalbar Sutarmidji untuk menganggarkan kembali.

“Ini bukan bencana, jika dinyatakan bencana harus ada surat keterangan dari instansi terkait, kan ada peninjauan dan ada surat keputusan. Ini jelas kesalahan teknis yang menyebabkan abrasi,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Beberapa Kecamatan Kabupaten Sambas di Prediksi Hujan

Subhan menegaskan, berdasarkan hasil monitoring, ada kesalahan teknis dari pelaksanaannya. Karena kita tahu ini daerah tebing tidak boleh ditumpukkan barang yang berat.

Ia mengatakan, bahwa Komisi IV DPRD Kalbar pernah meninjau pekerjaan Waterfront serta mengingatkan kontaktor untuk waspada. Karena kawasan tersebut merupakan tebing yang rawan jika dilewati barang berat.

“Ini kunjungan kerja kita kedua, sebelumnya kita juga Kunker pada awal pekerjaan, dan kita ingatkan pekerjaan menggunakan tongkang, kenyataan masih di darat, akibatnya jalan rusak, dan tebing ambruk,” sesal Subhan.

Subhan Minta Pekerjaan WF Dianggarkan Kembali

Sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalbar, ia meminta Gubernur Kalbar untuk menganggarkan kembali, sehingga dapat memperindah Cagar Budaya Istana Alwaazikhoebillah.

“Kita minta ini di anggarkan kembali oleh Gubernur pada tahun depan, karena runtuhnya tebing memutus jalan masuk istana. Hingga mendekati Gerbang Segi Delapan Kesultanan Sambas,” tegasnya.

BACA JUGA:  Sekda Terima Audiensi KPU Sambas

Subhan Nur juga berharap, untuk ke depan gunakan kontraktor yang berkualitas kerjanya, kalau kontraktor sekarang hancur lebur, harus di blacklist.

“Kita minta juga kontraktor yang kualitas kerjanya bagus dan bertanggung jawab, kalau kontraktor yang seperti ini harus di blacklist, bukan memperindah, tapi malah merusak,” pungkasnya.

Untuk kedua kalinya Komisi IV DPRD Kalbar meninjau pekerjaan WF Kesultanan Sambas, kali ini Komisi IV DPRD Kalbar didampingi Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi melihat hasil pekerjaan WF yang gagal.

Diketahui kontraktor pelaksana CV. Zee Indo Artha, dengan Konsultan Pengawas CV Zamrud Griya Kteasitama dengan tanggal kontrak 21 Juni 2022, waktu pelaksanaan 180 hari Kalender untuk Renovasi Kawasan Waterfront Sambas dengan nilai kontrak Rp. 8.826.828.000. (edo)

Share :

Baca Juga

Yonif 645 Gty

Pemerintahan

Majukan Pendidikan Papua, Yonif 645 Gty Belajar Tendik di SMP 18 Singkawang
DPRD Kabupaten Sambas

Pemerintahan

Komisi II Sambas Kunjungi Komisi IV DPR RI
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Motivasi Hadiah PBB-P2, Launching Aplikasi E-Pakatan dan Pekan Panutan PBB-P2
Desa Salatiga

Pemerintahan

Pemdes Salatiga Bantu 104 Warganya Lanjutkan Pendidikan
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Satono Ikuti Rakornas Kick Off P3PD 2023
Imbauan dan data kasus DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.

Kesehatan

Dinkes Imbau Masyarakat Kabupaten Sambas Waspada DBD
bupati sambas h satono

Pemerintahan

Tingkatkan Pendidikan, Pemkab Sambas Mou Bersama Universitas OSO
Anggota DPRD Sambas Mardani

Pemerintahan

Mardani Serap Aspirasi Warga Senipahan Terkiat Akses Jalan
error: Content is protected !!