Sambas Times. Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (PPMPP) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) menggelar Workshop Penyusunan Dokumen Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 November 2026, di Aula Gedung Kuliah Terpadu 1 Poltesa ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan tata kelola mutu kampus dengan regulasi nasional terbaru.
Workshop ini mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang disempurnakan melalui Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Direksi, unsur pimpinan, serta para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Poltesa.
Hadir sebagai narasumber utama, Susilawati, S.I.Kom., M.Si., Anggota Tim Ahli Penjaminan Mutu Asosiasi Politeknik Negeri Se-Indonesia (APTV) Kemdiktisaintek RI sekaligus Dosen Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).
Kepala PPMPP Poltesa, Ellys Mei Sundari, S.Pd., M.Si menegaskan pentingnya pembaruan dokumen mutu, seiring dengan perubahan regulasi di tingkat kementerian.
“Aturan sudah berubah. Dulu kita menggunakan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, sekarang diganti Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, dan disempurnakan lagi dengan Permendiktisaintek No. 10 Tahun 2026,” ujarnya.
Ellys menekankan bahwa implementasi SPMI merupakan pilar utama dalam menjaga kualitas pendidikan perguruan tinggi, bukan sekadar pelengkap administratif.
“SPMI itu wajib, bukan pilihan, dan bukan sekadar dokumen akreditasi. Standar kita tidak boleh hanya memenuhi SN Dikti, tetapi harus berani melampaui SN Dikti sesuai visi Poltesa,” jelasnya.
Target selama dua hari ini jelas dan konkret, yaitu menyamakan persepsi isi Permen baru dan langsung praktik menyusun dokumen SPMI bersama. “Mutu ini adalah tanggung jawab dan milik kita bersama, bukan hanya PPMPP,” tegasnya.
Direktur Poltesa Tekankan Kultur Kerja Berbasis Mutu
Direktur Poltesa, Dr. Yuliansyah, S.E., M.E., dalam sambutannya menyampaikan penekanan kuat pada eksekusi dan pembentukan kultur kerja berbasis mutu di seluruh jajaran kampus.
“Jangan sampai ini hanya berhenti sebagai dokumen di atas kertas, tetapi lemah saat diimplementasikan, serta dalam monitoring dan evaluasinya. Ini bukan hanya tanggung jawab pimpinan atau PPMPP semata, melainkan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa pencapaian predikat unggul membutuhkan ekosistem yang kondusif, serta keterlibatan penuh dari seluruh sivitas akademika.
“Kita harus bangun budaya mutu menuju kampus unggul, ekosistemnya harus terbentuk dan semuanya harus terlibat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, membangun budaya mutu harus dilakukan secara kolektif kolegial. Meskipun dilakukan secara perlahan dan bertahap, yang terpenting adalah komitmen bersama untuk konsisten menjaga mutu institusi.
Melalui workshop ini, PPMPP Poltesa menargetkan tersusunnya draf dokumen SPMI terbaru yang komprehensif, relevan, serta siap diimplementasikan untuk mendukung terwujudnya visi Poltesa sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul dan berdaya saing.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times














