Sambas Times. Kondisi banjir Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing semakin meluas, 100 persen jalan darat terendam banjir, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.
“Ini banjir hari ketiga, akses jalan 100 persen terendam banjir, untuk aktivitas warga menggunakan perahu, karena tinggi air dari jalan 1 meter,”. Kata Kepala Desa Tempapan Hulu, Asmanto, Minggu (5/3/2023).
Asmanto mengatakan tiga hari ini ia selalu monitoring kondisi banjir desanya, air terlihat semakin tinggi, karena curah hujan masih terjadi. Warga antisipasi membuat panggung dalam rumah mengamanatkan barang berharganya.
“Kondisi air semakin naik, karena curah hujan makin tinggi. Dari tadi pagi kita melakukan monitoring bersama Kepala Dusun, kondisi hujan sangat lebat,” jelas Kades Tempapan Hulu.
Ketinggian air yang masuk kedalam rumah semakin tinggi, berkisar 40 hingga 50 Centi Meter. Sedangkan rumah warga yang terendam banjir masih 667 rumah, namun saat ini air semakin tinggi.

“Dua dusun yang banyak rumah terendam banjir, antaranya Dusun Semanas 387 rumah dari 9 rt, dan Dusun Dadau 280 rumah dari 5 rt, total 667 rumah warga yang hingga saat ini masih terendam banjir,” jelasnya.
Untuk menyelamatkan barang-barang dan tempat mereka istirahat, warga berinisiatif membuat panggung didalam rumah, termasuk tempat memasak dan tidur, “Inilah upaya warga agar tidak kedinginan,” katanya menjelaskan. (edo)
















