Home / Kesehatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:26 WIB

Pemda Sambas Ajak Lintas Sektor Dukung Hilangkan Stigma Terhadap TBC

Foto bersama pada kegiatan FGD terkait asesmen stigma TBC bagi pasien, keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Rabu (2/7/2026).

Foto bersama pada kegiatan FGD terkait asesmen stigma TBC bagi pasien, keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Rabu (2/7/2026).

Sambas Times. Stigma terhadap pasien Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan serius dalam upaya pengendalian penyakit tersebut di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Pemerintah Kabupaten Sambas menegaskan, penanganan TBC tidak cukup dilakukan melalui pendekatan medis. Tetapi menyentuh aspek sosial, edukasi masyarakat, dan dukungan lintas sektor.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan lintas sektor terkait asesmen stigma TBC bagi pasien, keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan.

FGD itu dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas, Yudi SSos MSi di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Rabu (2/7/2026).

Turut hadir tim peneliti dari CV Data Narya Amerta Semesta, dr Betty Nababan MEpid, PR Konsorsium Penabulu-STPI sekaligus National Program Director.

Yang diikuti peserta daring dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dan organisasi penyintas TB META Kalimantan Barat.

Mewakili Bupati Sambas, Yudi mengatakan, TBC masih menjadi persoalan kesehatan serius, baik di tingkat global maupun nasional.

BACA JUGA:  Kolaborasi Cegah Stunting, Bupati Satono Launching Materindu

Berdasarkan Global TB Report 2025, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1.080.000 kasus TB dan menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah India.

“Angka kematian akibat TB di Indonesia masih tinggi, mencapai 126.000 kasus per tahun. Ini menjadi perhatian bersama agar penanganan TBC tidak saja dari sisi medis, tetapi sosial lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Yudi menambahkan, stigma sosial menjadi salah satu hambatan dalam pengendalian TBC. Masih adanya anggapan negatif terhadap pasien, membuat penderita enggan memeriksakan diri, takut diketahui lingkungan sekitar, hingga terlambat mendapatkan pengobatan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Sebab, stigma dapat memengaruhi keberhasilan pengobatan, memperpanjang risiko penularan, dan menghambat upaya eliminasi TBC.

“Peran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, pemerintah desa, media. Serta seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pasien dan penyintas TBC,” katanya.

BACA JUGA:  Puskesmas Matang Suri Jemput Bola Vaksinasi Massal COVID-19
Keberhasilan Atasi TBC Indikator Penting Kinerja Kesehatan

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas mengatakan. Keberhasilan pengobatan TBC menjadi salah satu indikator penting dalam kinerja daerah di bidang kesehatan.

Ia menegaskan, bahwa edukasi kepada masyarakat, perlindungan terhadap pasien. Serta penguatan layanan kesehatan harus berjalan secara beriringan.

Melalui FGD ini, Pemkab Sambas berharap lahir masukan, pengalaman lapangan, dan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat dalam menekan stigma terhadap pasien TBC.

Ia berharap, melalui forum tersebut, dapat memperkuat komitmen bersama dalam mendukung target eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030.

FGD ini menjadi pengingat, bahwa pasien TBC bukan untuk dijauhi atau dikucilkan. Mereka perlu dukungan agar berani memeriksakan diri, menjalani pengobatan sampai tuntas,
sembuh, dan kembali produktif di tengah masyarakat.

Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times

Share :

Baca Juga

Suasana vaksinasi yang digelar BIN Kalbar dan Dinkes Sambas di Posyandu Dusun Kota Lama, Desa Ratu Sepudak, Galing.

Kesehatan

BIN Sasar Lansia Vaksinasi Booster di Desa Ratu Sepudak
Ketua IDI Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo

Kesehatan

IDI Sambas Peringati HUT ke 72
Suasana vaksinasi massal yang di gelar Puskesmas Matang Suri bekerjasama dengan BIN Kalbar

Kesehatan

Puskesmas Matang Suri Jemput Bola Vaksinasi Massal COVID-19
Antonius Suprayogi dari Dinkes Kalbar menjelaskan pentingnya Imunisasi

Kesehatan

Dinkes Kalbar Ajak Gencarkan Program Imunisasi Anak
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Kesehatan

Launching Program PASTI, Wabup Rofi Ajak Turunkan Angka Stunting
Bupati Sambas Satono

Kesehatan

Bupati Imbau Masyarakat Tuntaskan Vaksin
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Kesehatan

Wabup Rofi Ajak Stakeholder Sinergis Atasi Stunting
Tumpukkan sampah di Jalan Gedung Nasional Ganggu Aktivitas Lalu Lintas dan pencemaran lingkungan.

Kesehatan

Warga Pemangkat Keluhkan Sampah Menumpuk Hingga ke Jalan
error: Content is protected !!