Sambas Times. Ramli petani Jeruk Desa Gapura, Kecamatan Sambas berhasil mengembangkan teknik Modifikasi Ramli Gapura (Moraga) hingga meraup Rp.12.154.800 perbulan.
Hal tersebut Ramli sampaikan pada panen Jeruk dan Agro Fair Sambas 2023 di Dusun Sungai Puguk, Desa Gapura, Kecamatan Sambas. Selasa, (17/10/2023).
“Dalam perbulan biasanya kami panen 170 batang dengan berat 2.128 Kg, dan dijual per kg Rp 7000, sehingga pendapatan kotornya Rp 14.896.000,” ungkap Ramli.
Menurutnya, produksi Jeruk teknik Moraga perbulannya dengan mengikutsertakan upah tenaga kerja dan obat dalam produksi berkisar Rp 2.741.200.
“Dari pendapatan kotor Rp. 14.896.000 di kurang biaya produksi Rp 2.741.200, dan bersihnya Rp.12.154.800. Alhamdulillah lahan saat ini sudah ada sekitar 70 hektar,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kabupaten Sambas, Musanif mengapresiasi teknologi pertanian yang dikembangkan Ramli.
“Kita apresiasi serta bangga petani Sambas mampu berinovasi dan akan kita dorong dengan bantuan keperluan produksi, sehingga menjadi produk unggulan Desa Gapura ini,” janjinya.
Penulis : Riskiyansyah | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















