Sambas Times. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sambas menggelar pelatihan Penguatan Keluarga Tangguh Dalam Penanganan Masalah Sosial di Kabupaten Sambas.
Penguatan keluarga tangguh dan penanganan masalah sosial dibuka Asisten I Setda Sambas, Yudi S Sos MSi, di Aula salah satu hotel di Kabupaten Sambas, Rabu (29/4/2026).
Pada pelatihan yang diikuti Tagana, Karang Taruna, KSB, KSM dan pelopor perdamaian. Disampaikan motivasi penguatan hakikat menjadi relawan dari Psikolog Dinas Sosial Kabupaten Sambas, Reny Husnawati.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sambas, Purtiko Eldiyanto dalam laporannya menjelaskan tujuan pelatihan penguatan keluarga tangguh dalam penanganan masalah sosial yang digelar instansinya.
“Permasalahan sosial saat ini semakin komplek, meliput kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga, permasalahan anak dan remaja, disfungsi keluarga hingga gangguan mental,” jelasnya.
Berbagai permasalahan tersebut, jelasnya, sangat berdampak langsung pada permasalah keluarga dan masyarakat. Sehingga sangat perlu dilaksanakan pelatihan penguatan keluarga tangguh dalam penanganan masalah sosial.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sambas, Dr Budi Iswanto dalam sambutannya memberikan motivasi kepada peserta pelatih penguatan Keluarga Tangguh dalam penanganan masalah sosial.
Dalam kesempatan itu, Kadis mengapresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan pelatihan ini.
“Manfaatkan betul apa yang disampaikan pemateri, ikuti upaya apa yang dilakukan di lapangan. Sehingga pelatihan yang diikuti memberikan manfaat dan dampak nyata bagi keluarga dan masyarakat,” pesannya.
Kadis juga mengingatkan, para peserta saat bertugas di lapangan tetap harus waspada, utamakan keselamatan. Lihat kondisi sebelum melakukan penyelamatan, sehingga memberikan manfaat positif bagi semua.
Asisten I Setda Sambas Ingatkan Kasus Perceraian Tinggi
Asisten I Setda Sambas, Yudi SSos MSi mewakili Bupati Sambas H Satono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana. Khususnya Dinas Sosial yang telah menggelar pelatihan ini.
Ia mengingatkan, permasalahan keluarga yang paling krusial di Sambas saat ini ialah tingkat perceraian. Dari laporan Pengadilan Agama, untuk periode ini hampir 400 tingkat perceraian di Kabupaten Sambas.
“Tingginya tingkat perceraian harus menjadi perhatian bersama, ia mengimbau agar pelatihan ini dapat memberikan penguatan bagi keluarga tangguh dan penanganan sosial di masyarakat,” imbaunya.
Mewakili Bupati Sambas H Satono, Asisten I Setda Sambas menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan seremonial. Namun upaya nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga dan menanganinya.
“Ada tiga hal dalam menangani masalah sosial, pertama Undang-Undang Nomor 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan. Kedua UU Nomor 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah dan Ketiga Program Kemensos RI serta Dinas Sosial daerah,” jelasnya.
Oleh karena itu, sinergi antara unsur menjadi sangat penting, Tagana dan Kampung Siaga Bencana (KSB) berperan terhadap kesiapsiagaan dan penanganan bencana, karena menjadi harapan saat kondisi darurat.
Karang Taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda. Memiliki peran strategis dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial di lingkungan pemuda.
Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) menjadi ujung tombak dalam pendataan dan pelayanan sosial. Serta menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
Dan terakhir, Pelopor Perdamaian berperan dalam menjaga kerukunan dan memperkuat nilai-nilai sosial di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















