Sambas Times. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas menggelar Kajian Koleksi Museum Sambas bagi kalangan mahasiswa.
Kajian Museum Sambas diikuti mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) dan mahasiswa Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS), di Balairung Sari Bupati Sambas, Kamis (5/11/2026).
Hadir pada kajian itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Utami Tri Andayani, Camat Tangaran, Muriadi, Akademisi Sunandar dan Betty, Kepala UPTD Museum Sambas, Rahmad dan undangan lainnya.
Kepala UPTD Museum Sambas, Rahmad menjelaskan, tujuan kegiatan yang diikuti mahasiswa ini untuk memperkenalkan koleksi museum Sambas, khususnya Kain Tenun Sambas.
Ia menyampaikan, museum bukan sekedar tempat menyimpan koleksi bersejarah, melainkan ruang pembelajaran, pusat informasi, sekaligus lembaga pelestarian warisan budaya dalam menjaga ingatan kolektif dan identitas suatu daerah.
Melalui museum, masyarakat dapat mengenal perjalanan sejarah, memahami kebudayaan, serta mengambil pelajaran dari pengetahuan dan pengalaman generasi terdahulu.
“Koleksi museum memiliki nilai kebendaan, nilai sejarah, pengetahuan, filosofi, keterampilan, dan cerita kehidupan masyarakat dari generasi ke generasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, setiap koleksi perlu dipahami secara utuh, karena memiliki nilai informasi yang lebih kuat, sertai hasil identifikasi, dokumentasi, penelitian, dan interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Museum Sebagai Pusat Informasi dan Pembelajaran
Kepala Bidang Kebudayaan, Utami Tri Andayani mewakili Kepala Dinas Pendikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas menjelaskan, kajian museum Sambas sebagai ruang informasi, sekagus pusat pembelajar.
Ia mengatakan, Kabupaten Sambas memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Salah satunya adalah tradisi tenun Sambas yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat.
Kain tenun bukan hanya produk kerajinan atau benda yang memiliki keindahan visual. Kain tenun juga merepresentasikan pengetahuan lokal, kreativitas, keterampilan, nilai, dan perjalanan budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Motif, ragam hias, teknik pembuatan, bahan, serta penggunaan kain tenun dapat menyimpan informasi tentang lingkungan sosial dan budaya masyarakat pendukungnya.
Oleh sebab itu, kajian terhadap kain tenun Sambas perlu dilakukan dengan cermat, tidak hanya melihat bentuk dan keindahannya, tetapi juga menggali sejarah, makna, dan konteks budaya yang melatarbelakanginya.
“Diharapkan para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pembuatan kain tenun Sambas, mengenali karakteristik dan motif-motif songket Sambas. Serta memahami makna dan cerita yang terkandung di dalamnya,” harapnya.
Selain itu, ingatnya, peserta juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan mengenai teknik identifikasi, penelusuran sejarah, dan penulisan kajian koleksi secara sistematis.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times














