Sambas Times. Pada pertemuan Jumat Curhat bersama Polres Sambas, Tokoh Agama Kabupaten Sambas Mujahidin menyampaikan keresahannya terkait melencengnya hiburan Sambas Islamic Tourism Expo.
Ia menilai, Sambas Islamic Tourism Expo yang ditampilkan melenceng dan bertolak belakang dengan simbol Islamic. Karena menampilkan lagu dangdut dengan suasana berjoget dikuti ramai penonton.
Keresahan tersebut disampaikan Mujahidin pada Jumat Curhat yang digelar Polres Sambas bersama Kemenag, Satpol PP, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Warkop Pangeran, Jumat (10/3/2023).
“Event ini menggunakan simbol Islam, saya mengira di dalamnya terdapat kegiatan Islami. Ternyata di sana terdapat hiburan musik dangdut dan banyak anak muda joget-joget dan campur baur,” sesalnya.
Mujahidin menyebut event yang digelar tersebut menuai kontroversi masyarakat Sambas, sehingga ini harus menjadi perhatian bersama.
“Saya melihat postingan Media Sosial (Medsos) masyarakat banyak yang menyayangkan event ini. Terlebih Sambas sedang digaungkan dengan Serambi Mekah,” jelasnya.
Pemilik sapaan Pak Ude ini mengatakan, para pemangku kebijakan dan pengelola acara harusnya lebih berhati-hati menggunakan simbol agama.
“Akhir-akhir ini kita sering menggaungkan agar pemuda ikut meramaikan rumah ibadah, atau Masjid. Tapi di satu sisi para pemangku kebijakan mengizinkan acara seperti itu,” ujar Mujahidin kepada Waka Polres Sambas Kompol Muhammad Aminuddin.
Mujahidin berharap pemangku kebijakan dan pengelola untuk mengoreksi kembali event yang diselenggarakan. Sehingga lebih sesuai dengan karakter masyarakat Sambas.
“Ia berharap event ini dikaji ulang. Terutama pihak pemberi izin, dan pengelola acara agar lebih sesuai dengan karakter masyarakat Sambas yang islami,” harapnya. (Ris).
















