Sambas Times. Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sambas menindaktegas salah satu oknum guru madrasah yang diduga telah melakukan tindakan pelecehan verbal terhadap siswinya.
Kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan melalui aplikasi WhatsApp yang menjadi perhatian publik, dan menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan, termasuk Kemenag Kabupaten Sambas.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Sambas, Ilham menegaskan, sebagai instansi yang menaungi dan membina pendidikan madrasah, Kemenag merasa sangat prihatin dan terpukul atas insiden ini.
“Merespons hal tersebut, Kemenag Kabupaten Sambas segera mengambil langkah dengan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi,” jelas Ilham.
Dalam keterangannya, Ilham menyampaikan bahwa guru yang diduga melakukan tindakan tersebut telah hadir memenuhi panggilan dan memberikan penjelasan.
“Berdasarkan pengakuannya, yang bersangkutan mengakui adanya kekeliruan dalam penggunaan media komunikasi, tanpa adanya maksud tertentu,” ujar Ilham menjelaskan.
Ia menegaskan, peristiwa itu sendiri menurut penuturan guru tersebut, terjadi pada malam Senin dan baru menjadi bahan pembicaraan luas di Media Sosial pada Rabu, 4 Mei 2025.
Ilham mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam atas kejadian ini. Karena telah mencoreng nama institusi, karena guru merupakan panutan.
“Tindakan seperti ini jelas mencoreng nama baik madrasah, Kementerian Agama, dan profesi guru itu sendiri. Seorang pendidik semestinya menjadi panutan, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Plh Kemenag Sesalkan Oknum Guru Lakukan Pelecehan Verbal
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kemenag Sambas, Husban menyampaikan penyesalan dan keprihatinannya yang mendalam.
Ia menyayangkan tindakan oknum yang dinilainya mencederai kehormatan madrasah, serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
“Guru itu seharusnya menjadi uswah hasanah, teladan yang baik, pelindung bagi peserta didik, bukan menjadi sumber ketakutan,” tegas Husban.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini dengan serius dan profesional. Serta terus menjalin komunikasi dengan semua pihak terkait guna menyelesaikan persoalan ini dengan bijak.
“Untuk sementara, dilakukan langkah pembinaan dan penelusuran lebih lanjut terhadap yang bersangkutan, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Husban mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi secara bijak, khususnya oleh para guru.
Ia mengajak para orang tua lebih aktif membangun komunikasi yang sehat dan edukatif di lingkungan keluarga. Sebagai bagian dari upaya bersama menjaga integritas dunia pendidikan.
“Para pendidik diharapkan untuk terus menjunjung tinggi adab dan akhlak dalam menjalankan tugas mulia mereka. Bukan hanya fokus pada kecerdasan kognitif,” tutupnya.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















