Home / Pendidikan

Kamis, 4 Juli 2024 - 08:16 WIB

Pelajar MAN IC Sambas Juara 1 Kompetisi Film Pendek Islami

Pelajar MAN IC Sambas yang berhasil meraih Juara 1 KFPI 2024 oleh Kemenag Kalbar.

Pelajar MAN IC Sambas yang berhasil meraih Juara 1 KFPI 2024 oleh Kemenag Kalbar.

Sambas Times. Pelajar Madrasah Aliyah Negeri Islam Cendikia (MAN IC) Sambas meraih juara pertama Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) 2024 yang dilaksanakan Kemenag Kalbar Juni 2024 lalu.

Hasil penilaian diumumkan Kanwil Kementerian Agama Kalbar kepada para pemenang Kompetisi Film Pendek Islami tahun 2024 di Pontianak Convention Center (PCC).

Tim KFPI MAN IC yaitu, Andika Galih Satriya (Sutradara), Ahmad Raihan Kurniawan (Asdara & Editor), Subahan Okta Ramadhan (Cameramen), Navisya Putri Hafiza (talent), Naifa Rania Hafiza dan Khairunnisa Hidayat (Writter).  

Kepala MAN IC Sambas Mursidin mengatakan, film pendek yang diambil pelajarnya berjudul “Toleransi di Tanah Transmigrasi”. Film digarap sejak Agustus 2023, mulai dari tahap perencanaan hingga produksi film.

BACA JUGA:  Indonesia Harus Berkaca ke Mesir, Pendidikan Menjadi Prioritas

“Film yang diambil di Desa Sapak Hulu, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas ini mengangkat nilai sosial masyarakat, dan budaya toleransi antar umat beragama yang ada di Sambas.” Ujarnya.

Berkat penggarapan yang matang dan visual yang sinematik, film ini berhasil menarik hati para juri dan apresiasi peserta lainnya.

Pembuatan Film

Naifa Rania Hafiza penulis naskah pada pembuatan film “Toleransi di Tanah Transmigrasi” memiliki pesan sosial untuk selalu saling menghormati satu sama lain. Ditengah latar belakang yang berbeda-beda.

“Desa Sapak Hulu telah menjadi inspirasi indahnya kebersamaan dalam keberagaman. Walaupun telah ditransmigrasikan dari Pulau Jawa dan Bali, tapi tetap menjadi satu dalam kesatuan,” ungkapnya.

Selain itu, mereka punya latar agama yang berbeda. Mulai dari Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, hingga Konghucu tapi nilai toleransi dan saling  mengormati antar masyarakat sangatlah kuat. 

BACA JUGA:  Gubernur dan Wabup Rofi Hadiri Wisuda 375 Mahasiswa Poltesa

“Proses produksi film ini dilakukan wawancara dengan beberapa pemuka agama dengan proses yang singkat. Kendala di lapangan yaitu cuaca dan infrastruktur jalam yang rusak,” tuturnya.

Ia dan rekan-rekannya berharap, walau hanya sekedar film pendek. Namun nilai-nilai kehidupan dalam film ini dapat tersalurkan dengan baik kepada para penonton.

“Harapan kita, film ini menjadi media informatif kerukunan antarumat beragama. Mengutip kata Gus Dur “Parameter utama untuk dapat memelihara keragam adalah mengelola kemampuan toleransi”. 

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Bupati Sambas Satono

Pendidikan

Bupati Satono Hadiri Wisuda Ke-12 STID Mohamad Natsir
MAN IC Sambas

Pendidikan

Kepala MAN IC Sambas Terima Penghargaan Siswa dan Madrasah Berprestasi
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Maju Balon Direktur Poltesa, Ini Visi dan Misi Lang Jagat
Indonesia Harus Berkaca ke Mesir, Pendidikan Menjadi Prioritas

Pendidikan

Indonesia Harus Berkaca ke Mesir, Pendidikan Menjadi Prioritas
SDN 3 Parit Baru

Pendidikan

Kondisi SDN 3 Parit Baru, Kecamatan Galing Memprihatinkan
Mahasiswa Sambas di Pontianak mengabadikan momen bersama Pj Gubernur Kalbar

Pendidikan

Mahasiswa Sambas di Pontianak Antusias Hadiri Bubor Paddas KMKS
Redaksi Sambas Times menerima pelajar PKL SMKN Unggulan Sambas

Pendidikan

ST Terima PKL Pelajar SMKN Unggulan Sambas
Brosur penerimaan siswa baru Ponpes

Pendidikan

Ponpes Lukmanul Hakim Jawai Buka Penerimaan Peserta Didik Baru
error: Content is protected !!