Sambas Times. Pelajar Madrasah Aliyah Negeri Islam Cendikia (MAN IC) Sambas meraih juara pertama Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) 2024 yang dilaksanakan Kemenag Kalbar Juni 2024 lalu.
Hasil penilaian diumumkan Kanwil Kementerian Agama Kalbar kepada para pemenang Kompetisi Film Pendek Islami tahun 2024 di Pontianak Convention Center (PCC).
Tim KFPI MAN IC yaitu, Andika Galih Satriya (Sutradara), Ahmad Raihan Kurniawan (Asdara & Editor), Subahan Okta Ramadhan (Cameramen), Navisya Putri Hafiza (talent), Naifa Rania Hafiza dan Khairunnisa Hidayat (Writter).
Kepala MAN IC Sambas Mursidin mengatakan, film pendek yang diambil pelajarnya berjudul “Toleransi di Tanah Transmigrasi”. Film digarap sejak Agustus 2023, mulai dari tahap perencanaan hingga produksi film.
“Film yang diambil di Desa Sapak Hulu, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas ini mengangkat nilai sosial masyarakat, dan budaya toleransi antar umat beragama yang ada di Sambas.” Ujarnya.
Berkat penggarapan yang matang dan visual yang sinematik, film ini berhasil menarik hati para juri dan apresiasi peserta lainnya.
Pembuatan Film
Naifa Rania Hafiza penulis naskah pada pembuatan film “Toleransi di Tanah Transmigrasi” memiliki pesan sosial untuk selalu saling menghormati satu sama lain. Ditengah latar belakang yang berbeda-beda.
“Desa Sapak Hulu telah menjadi inspirasi indahnya kebersamaan dalam keberagaman. Walaupun telah ditransmigrasikan dari Pulau Jawa dan Bali, tapi tetap menjadi satu dalam kesatuan,” ungkapnya.
Selain itu, mereka punya latar agama yang berbeda. Mulai dari Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, hingga Konghucu tapi nilai toleransi dan saling mengormati antar masyarakat sangatlah kuat.
“Proses produksi film ini dilakukan wawancara dengan beberapa pemuka agama dengan proses yang singkat. Kendala di lapangan yaitu cuaca dan infrastruktur jalam yang rusak,” tuturnya.
Ia dan rekan-rekannya berharap, walau hanya sekedar film pendek. Namun nilai-nilai kehidupan dalam film ini dapat tersalurkan dengan baik kepada para penonton.
“Harapan kita, film ini menjadi media informatif kerukunan antarumat beragama. Mengutip kata Gus Dur “Parameter utama untuk dapat memelihara keragam adalah mengelola kemampuan toleransi”.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















