Home / Pendidikan

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:36 WIB

Pelajar SMKN 1 Pemangkat Ikut Sosialisasi Paham Radikalisme

KMKS dan Ketua Yayasan Borneo Bela Negara, Rony Ramadhan Putra mengabadikan moment foto bersama usai Sosialisasi Paham Radikalisme di Aula SMKN 1 Pemangkat, Senin (12/01/2026).

KMKS dan Ketua Yayasan Borneo Bela Negara, Rony Ramadhan Putra mengabadikan moment foto bersama usai Sosialisasi Paham Radikalisme di Aula SMKN 1 Pemangkat, Senin (12/01/2026).

Sambas Times. Sebanyak 150 pelajar SMK Negeri 1 Pemangkat mengikuti kegiatan sosialisasi paham Radikalisme di Aula SMKN 1 Pemangkat, Senin (12/01/2026).

Sosialisasi paham Radikalisme mengangkat tema “Kenali, Tolak dan Cegah Radikalisme di Kabupaten Sambas” dihadiri kepala SMKN 1 Pemangkat, Ketua Yayasan Borneo Bela Negara, Rony Ramadhan Putra.

Ketua Umum Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS), Azwar Abu Bakar beserta anggota, perwakilan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan peserta sosialisasi dari SMK Negeri 1 Pemangkat.

Agim ketua panitia menjelaskan, tahun 2025 terdapat siswa tingkat SMP dan SMA sederajat terpapar paham yang bertentangan dengan ideologi pancasila. Seperti paham neo nazi di wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan barat.

Ia mengungkapkan, melalui piranti media sosial, pelaku menyebarkan pahamnya kepada anak remaja. Serta mengarahkan mereka berbuat kekerasan sampai menghilangkan nyawa orang lain.

BACA JUGA:  Poltesa Gelar Seminar IGESCON bersama PKK dan UPSI, Malaysia

“Ini merupakan tantangan kita bersama dan mengimbau generasi muda. Khususnya pelajar dapat menolak dan mencegah paham atau ajakan yang mengarah kepada radikalisme dan sejenisnya,” ujar Agim.

Agim yang juga pengurus KMKS ini berharap, peserta yang hadir dapat bersama-sama mencegah dan menolak paham radikalisme serta Neo nazi, juga jangan mudah terpancing berita Hoax yang belum tentu kebenarannya.

Intoleransi Indikator Penyebab Orang Berbuat Kekerasan

Ketua Yayasan Borneo Bela Negara, Rony Ramadhan Putra menegaskan. Intoleransi merupakan salah satu indikator penyebab orang berbuat kekerasan.

Menurutnya, semua berawal dari karakter tidak mau toleran terhadap perbedaan dan keragaman. Akhirnya meningkat menjadi radikal, lambat laun mengarah tindak terorisme.

BACA JUGA:  Lomba Pramuka Penggalang Diikuti 8 Kecamatan

Rony sapaan akrabnya juga menjelaskan, bahwa gerakan Neo Nazi tengah bertumbuh menarget generasi emas bangsa.

“Siswa terkena bullying mungkin mencari kelompok yang dapat memberikan mereka identitas dan kekuatan, melindunginya dari kekerasan. Lalu mendapat pengakuan sebagai orang hebat yang berani melakukan apapun,” ungkapnya.

Adapun solusi konkret yang ditawarkan narasumber. Tegasnya, memberikan akses ke pendidikan dan pekerjaan yang dapat mengurangi ketidakpuasan yang dapat memicu radikalisasi.

Seperti meningkatkan literasi media, dan menyebarkan narasi alternatif dapat membantu melawan propaganda klan ekstremis. Serta menciptakan ruang dialog dan rekonsiliasi membantu mencegah maupun melakukan deteksi dini.

Penulis: Muhammad Ridho I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Personel Kipan B Yonif 645 Gty

Pendidikan

Kipan B Yonif 645 Gty Terima Kunjungan Sekolah Asoka Widya Pemangkat
Peserta PJAD mengikuti sesi pelatihan pembuatan rilis berita, Sabtu (15/11/2025)

Pendidikan

PJAD Mempawah Siap Tangkal Berita Intimidatif dan Hoaks
Direktur Poltesa Yuliansyah membuka sosialisasi SNPMB dan KIP-K

Pendidikan

Tingkatkan Minat Pendidikan Masyarakat, Poltesa Sosialisasi SNPMB dan KIP-K
Bupati Sambas Satono

Pendidikan

Bupati Sambas Resmikan 12 SD Merah Putih Dari Kementerian PUPR
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Tim Sospro Poltesa Berikan Motivasi Kuliah Anak KPM PKH
UNNISAS

Pendidikan

Dosen UNNISAS PKM Internasional Bersama PPI Maroko di Kota Rabat
IMTEK

Pendidikan

Peringati Milad ke-25, IMTEK Gelar Donor Darah

Pendidikan

Menteri KP Wisuda Anak Nelayan Jawai
error: Content is protected !!