Sambas Times. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) melaksanakan PKM di Kawasan Wisata Pantai Batu Burung, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kamis (13/8/2026).
PKM ditandai dengan Perjanjian Kersa Sama (PKS) bersama Lurah Sedau, tentang Penguatan Kesadaran Lingkungan Bagi Wisatawan Melalui Inovasi Penampung Botol Bekas.
Hadir pada penandatanganan itu, Camat Singkawang Selatan beserta jajaran, para civitas akademika dan perwakilan mitra kerjasama, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Sedau, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Pengurus Kawasan Wisata Pantai Batu Burung, Ketua RT dan warga setempat.
Nur Ikhsan Lurah Sedau menjelaskan, Pantai Batu Burung salah satu tujuan wisata andalan dan sumber penghidupan masyarakat sekitar, keindahan dan kebersihannya adalah tanggung jawab bersama,
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan, tantangan sampah, terutama botol bekas menjadi perhatian yang harus dicari solusi yang nyata dan inovatif.
Melalui PKS dan pelaksanaan program PKM, kita perlu menetapkan langkah nyata penampung botol bekas yang menarik dan mudah dijangkau, sekaligus membangun kesadaran agar wisatawan dan warga dapat menjaga kebersihan pantai.
Inovasi ini bukan sekadar menampung sampah, melainkan mengubah pola pikir, bahwa lingkungan yang bersih dan indah adalah cerminan kesadaran dan kebanggaan kita semua.
“Terima kasih telah bersinergi, menyumbangkan gagasan, tenaga, dan dukungan demi terwujudnya program ini. Semoga ini menjadi awal yang baik, saling menguatkan, dan membawa manfaat berkelanjutan bagi lingkungan masyarakat, ”harapnya.
Nur Ikhsan mengajak warga dan pengelola wisata dapat mendukung program ini, dengan penampung botol bekas menjadi bermanfaat dan terpelihara dengan baik.
“Mari kita sampaikan pesan kepada setiap tamu yang datang menikmati keindahan, pulang membawa kesan baik, dan meninggalkan tempat ini tetap bersih untuk generasi mendatang, “imbaunya.
Hadirkan Inovasi Penampung Botol di Pantai Batu Burung Singkawang
Ketua Tim PKM Poltesa, Winda Apriani ST M Eng menjelaskan, kegiatan mengangkat tema “Penguatan Kesadaran Lingkungan Bagi Wisatawan melalui Inovasi Penampung Botol Bekas di Kawasan Wisata Pantai Batu Burung, Sedau, Singkawang Selatan”.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang PKM, yang didanai melalui Hibah DIPA Poltesa Tahun 2026, “ ujar Winda Apriani menjelaskan.
Ia menegaskan, kegiatan ini melibatkan Dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), Mahasiswa, dan Alumni di lingkungan Poltesa, serta mitra PKM dengan perannya masing sesuai bidang keahlian yang dimiliki.
Dosen yang terlibat, Winda Program Studi Teknik Mesin Pertanian sebagai ketua, Ellys Mei Sundari SPd MSi dari Program Studi Teknik Mesin, Hikmah Trisnawati SAnt MPar, dari
Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata.
Sedangkan PLP diantaranya, Satria AMd, dari Jurusan Teknik Mesin sebagai anggota 3. Mahasiswa dan alumni yang terlibat dari Program Studi Teknik Mesin Pertanian, Teknik Mesin, dan Manajemen Bisnis Pariwisata, serta Lusiana sebagai mitra yang juga Pemilik Usaha Bahari Inn.
“Kami diberikan amanah melakukan kegiatan PKM berdasarkan Surat Tugas Nomor 72/PL37/P3M/KP.10.00/2026 oleh Kepala Pusat Penelitian dan PKM. Andi Maryam SSi MPd, terhitung mulai Tanggal 18 Mei hingga 31 Desember 2026,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM berupaya menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat diterapkan secara langsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Winda mengatakan. kawasan wisata Pantai Batu Burung merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata alam yang sangat menarik. Keindahan pantai, suasana pesisir, serta lingkungan sekitarnya menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.
Dengan meningkatnya aktivitas wisata, sehingga perlu kesadaran bersama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, seperti sampah botol plastik sekali pakai yang berpotensi mencemari lingkungan pesisir apabila tidak dikelola dengan baik.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim PKM Poltesa bersama mitra berupaya menghadirkan inovasi teknologi yang diaplikasikan melalui rak penampung botol bekas, yang dilengkapi alat pengepres yang inovatif dan mudah digunakan,
“Kami hadirkan sebuah desain rak penampung botol bekas berbentuk Love dengan hiasan lampu LED. Rak ini dilengkapi alat pengepres botol plastic, sehingga rak dapat menampung lebih banyak jumlah botol plastik dengan volume botol yang lebih kecil dari semula, ”tegasnya.
Hadirkan Inovasi Rak Penampung Sampah Botol Plastik
Rak penampungan sampah boto terbuat dari besi holo galvanis yang lebih tahan terhadap korosi dibandingkan besi biasa, dengan dimensi 130x115x56 cm.
Sebagai pelapis anti karat, finishing rak ini dilapisi cat berwarna kuning agar menarik, selain itu juga warna kuning merupakan salah satu simbol warna untuk pilah sampah botol plastik.
“Inovasi ini tidak saja sebagai alat untuk memperkecil volume botol plastik dan botol bekas, tetapi juga sebagai media edukasi bagi wisatawan, bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga kebersihan kawasan wisata,” ungkapnya.
Selain itu, untuk membangun kebiasaan sederhana bagi warga sekitar maupun wisatawan, agar selesai menggunakan botol tidak dibuang sembarang, jadi bisa di kosongkan, kecilkan dan simpan di penampung yang telah disediakan.
“Dengan kebiasaan sederhana ini, diharapkan sampah botol plastik dapat dikumpulkan secara lebih terarah, sehingga memiliki peluang dimanfaatkan kembali melalui proses pengelolaan dan daur ulang,” harapnya.
Ini Tujuan Inovasi PKM Poltesa
- Meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.
- Mengurangi pembuangan botol plastik sekali pakai secara sembarangan di kawasan wisata Pantai Batu Burung.
- Memperkenalkan inovasi penampung botol bekas yang dilengkapi dengan alat pengepres sebagai sarana teknologi dalam mendukung pelestarian lingkungan terutama dalam pengelolaan sampah plastik botol bekas.
- Mendorong keterlibatan masyarakat, pengelola wisata, pelaku usaha, dan wisatawan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
- Membangun budaya wisata yang lebih bertanggung jawab melalui prinsip peduli, pilah, kumpulkan, kecilkan, dan kelola.
Dalam pelaksanaannya, tahapan kegiatan dimulai dari koordinasi dengan mitra dan pihak terkait, identifikasi permasalahan lingkungan, perencanaan dan penerapan inovasi penampung botol bekas serta edukasi kepada wisatawan, pendampingan dan evaluasi kegiatan.
Tim PKM memberikan pemahaman kepada wisatawan dan masyarakat, bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, namun tanggung jawab bersama.
Perguruan tinggi memiliki peran menghadirkan inovasi dan edukasi, sedangkan mitra memiliki peran dalam keberlanjutan penerapan di lapangan.
Sementara masyarakat memiliki peran dalam menjaga lingkungan, sedangkan wisatawan memiliki peran penting melalui perilaku yang bertanggung jawab selama berkunjung.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times
















