Sambas Times. Politkenik Negeri Sambas (Poltesa) memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga di Dusun Sungai Pinang, Desa Sungai Rambah, Kecamatan Sambas cara mengolah jeruk Siam menjadi produk pangan bernilai tambah.
Pelatihan itu diberikan Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Agroindustri Pangan, Jurusan Agribisnis, Poltesa, dengan membuat kue berbahan dasar jeruk siam, untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui inovasi pengolahan pangan.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, yang diikuti 12 peserta yang tergabung dalam kelompok petani jeruk siam mandiri.
Jeruk siam merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Selama ini, pemanfaatannya masih banyak berfokus pada penjualan buah segar.
Padahal, melalui pengolahan yang tepat, jeruk siam dapat dikembangkan menjadi produk pangan yang lebih beragam, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ketua tim, Kiki Kristiandi bersama tim yang terdiri, Junardi, Nur’Aini, Muhammad Wafi Danish, Muhammad Al Hafizar, Yeni, Uswatun Hasanah, dan Era Sagita, melaksanakan beberapa tahap kegiatan, mulai penyampaian materi, demonstrasi, praktik hingga pengemasan produk.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi tiga kelompok, agar setiap peserta memperoleh kesempatan dalam proses pengolahan. Peserta cara pembuatan kue jeruk siam, mulai dari persiapan bahan, penimbangan, pembuatan adonan, pemanggangan, pendinginan, hingga pengemasan.
Pendekatan praktik langsung dipilih agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, melainkan pengalaman cara mengolah bahan baku lokal menjadi produk pangan.
Melalui metode ini, peserta dapat memahami proses produksi sekaligus mengenali aspek-aspek yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan produk yang menarik.
Peserta Antusias Mengikuti Praktek Olah Kue Produk Lokal
Selama kegiatan berlangsung, peserta antusias mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan kue. Sehingga menjadi pengalaman baru bagi peserta dalam melihat peluang pemanfaatan buah lokal menjadi produk selain buah segar.
Hasil kegiatan, menunjukkan peserta mampu memahami prinsip dasar pengolahan jeruk siam dan mempraktikkan pembuatan kue. Produk yang dihasilkan memiliki cita rasa manis dengan perpaduan rasa asam segar dari jeruk siam.
Pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain keterampilan produksi, pelatihan ini juga memperkenalkan pentingnya pengemasan dan perhitungan biaya produksi sebagai bagian dari pengembangan usaha.
Kedua aspek tersebut diperlukan agar produk olahan tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki dasar perencanaan ekonomi yang lebih baik ketika dikembangkan untuk tujuan komersial.
Tim pelaksana menilai bahwa diversifikasi jeruk siam menjadi produk olahan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas pemanfaatan komoditas lokal.
Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat berpeluang mengembangkan produk pangan berbasis jeruk siam sebagai usaha rumah tangga, apabila didukung oleh standardisasi resep, peningkatan mutu, keamanan pangan, pengemasan, dan pemasaran yang tepat.
Ke depan, pengembangan produk olahan jeruk siam dapat dilanjutkan melalui pendampingan dalam penyempurnaan formulasi, desain kemasan, penentuan harga jual, serta pemanfaatan media sosial dalam pemasaran.
Serta memanfaatkan kulit jeruk sebagai bahan baku produk lain juga berpotensi dikembangkan untuk mendukung pengolahan yang lebih efisien dan mengurangi limbah.
Kegiatan ini bagian dari pelaksanaan PKM Poltesa yang didanai melalui DIPA Nomor 535/AM/2026. Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi berupaya berkontribusi meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan pangan berbasis potensi lokal.
Pelatihan diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk berkreativitas dalam mengolah jeruk siam. Tidak saja memberikan nilai ekonomi sebagai buah segar, tetapi membuka peluang pengembangan produk pangan yang berdaya saing.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times














