Sambas Times. Program Brigade Pangan (BP) Kementrian Pertanian memberikan dampak signifikan meningkatnya hasil produktivitas padi dan kesejahteraan petani muda Kabupaten Sambas.
Diva Arnindi Manajer BP Subur Tani desa Sebubus, kecamatan Paloh menjelaskan, saat ini pihaknya telah menggarap lahan seluas 232 hektar bersama 15 anggota BP dengan sistem MoU dengan petani setempat.
“Lahan garapan BP bersama 15 anggota seluas 232 hektar telah berhasil digarap menggunakan alat Rotavator seluas 38 hektar dalam waktu 6 hari,“ kata Diva Arnindi, Jumat (16/5/2025).
Ia mengatakan, BP Subur Tani desa Sebubus menggarap lahan menggunakan alat mesin pertanian, berupa Rotavator 1 unit, Traktor Roda 2 sebanyak 2 unit dan semprot Listrik 5 unit, alat-alat ini meningkatkan efisiensi kerja serta hasil panen yang lebih baik.
Menurutnya, program BP berperan merubah generasi muda terhadap profesi petani, karena bertani tidak lagi di anggap sebagai pekerjaan yang tidak menguntungkan, melainkan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
“Harga gabah semakin stabil, karena bulog membeli dengan harga sesuai HET. Yakni Rp. 6500 perkilonya, tentu ini sebuah kabar terbaik bagi petani,” katanya.
Selain itu, program ini membantu peningkatan hasil pertanian, yang mana sebelumnya harga padi paling tinggi berkisar Rp. 5.500 perkilo naik menjadi Rp. 6.500,“ ujar Diva.
Petani Milenial Apresiasi Program Brigade Pangan
Juliadi Koordinator Petani Milenial Kabupaten Sambas memberikan apresiasi program BP yang digagas Kementrian Pertanian Republik Indonesia, apalagi di Kabupaten Sambas telah terbentuk 80 Brigade Pangan
“Petani Milenial menyambut baik program BP Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Alhamdulillah Kabupaten Sambas telah terbentuk 80 BP yang akan mendongkrak peningkatan hasil pertanian,” katanya semangat.
Juliadi juga meyakini, jika berhasil, maka Kabupaten Sambas akan memiliki pengusaha muda di sektor pertanian sebanyak 1200 orang. “Karena 1 BP berjumlah 15 orang, tinggal kali 80 brigade menjadi 1200 orang,” jelasnya.
Ia berharap program ini menjadi langkah gayung bersambut, baik dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, karena program strategis nasional ini dapat memajukan daerah.
“Program ini akan mendukung kemajuan daerah, khususnya petani milenial sebagai generasi penerus yang sudah beradaptasi dengan sistem teknologi maju,” pungkasnya.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News














