Sambas Times. Ketua Komisi IV DPRD Kalbar Subhan Nur meminta pembangunan kawasan wisata dan pasar Kabupaten Sambas memiliki konsep yang jelas dan mengakomodir kepentingan masyarakat.
Anggota Fraksi Nasdem DPRD Kalbar ini menilai, kondisi pembangunan Kabupaten Sambas saat ini setengah-setengah. Seperti pasar Sambas, Normalisasi Parit Pemangkat, Pantai Sinam dan Danau Sebedang.
“Pembenahan kawasan pasar Sambas sudah baik, namun UMKM belum ada solusi, normalisasi Parit Pemangkat dan Pantai Sinam bantuan dari pemerintah pusat juga belum ada konsep lanjut,” kata Subhan Nur saat berdiskusi dikediamannya.
Subhan menyarankan agar konsep pembangunan Kawasan pariwisata dan pasar dapat memperhatikan pelaku UMKM atau pedagang yang dipindahkan. Artinya harus ada konsep yang jelas sebelum pembangunan dimulai.
“Perencanaan kawasan pariwisata seharusnya berlanjut, bisa dibuat konsep pembuatan taman atau pusat kuliner tapi tertata rapi dan membantu ekonomi pedagang atau pelaku UMKM,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Kalbar menyarankan.
Selain itu, untuk mencegah lingkungan kumuh. Subhan menyarankan pemerintah daerah untuk tegas memberikan larangan mendirikan kios dan penggunaan daerah milik Jalan Nasional.
“Penyebab lingkungan kumuh karena areal daerah milik jalan nasional tidak memiliki aturan tegas dan jelas. Seperti adanya bangunan kios asal-asalan di kawasan Pantura,” ujar Ketua Komisi Bidang Pembangun DPRD Kalbar menjelaskan.
Perlu Pembenahan Kawasan Pariwisata
Subhan menyoroti pembenahan kawasan wisata Sebedang agar tidak setengah-setengah. Walaupun jalan sudah dibangun, namun ada dampak lain dari ramainya pengunjung yang harus masuk perencanaan.
“Jalan Sebedang sudah bagus, tapi semua harus tuntas, seperti melibatkan OPD lain dalam penanganan sampah agar tidak dibuang ke danau, penataan kuliner, dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.
Seperti kita ketahui, Danau Sebedang merupakan sumber air yang dialirkan PDAM untuk masyarakat. Sehingga ini harus diantisipasi agar pengunjung tidak buang sampah ke danau.
Terkait pasar Sambas patut kita apresiasi, menjadi tertata rapi, namun penempatan UMKM selanjutnya harus jadi perhatian. Termasuk penataan pasar pagi dan pasar terminal yang selalu banyak pedagang dan kumuh.
“Kita lihat setiap harinya pasar pagi dan terminal Sambas semrawut pedagang yang berjualan, hingga makan badan jalan. Oleh karenanya perlu konsep jelas dalam pembenahan kawasan, namun dapat mengakomodir pedagang,” sarannya. (Ris)
Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















