Sambas Times. Urai Riza Fahmi Sekretaris Kesultanan Sambas mengapresiasi Dialog Interaktif Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas.
“Dialog interaktif budaya yang memperkenalkan sejarah patut diapresiasi, dan Alhamdulillah ia bersama Dr Sunandar SH M Hum dipercaya menjadi narasumber,” kata Urai Riza Fahmi, Jumat (12/8/2022) di Halaman SMAN 1 Sambas.
Budaya daerah harus terus di lestarikan, hal ini sesuai dengan pepatah Melayu, tak akan hilang Melayu ditelan jaman.” Agar budaya tidak hilang ditelan jaman, mulai sejak dini budaya dijadikan kebiasaan kepada anak-anak kita,” ajaknya.
Menurutnya, untuk pelestarian budaya harus dimulai dari keluarga, caranya dengan memperkenalkan budaya kepada mereka, sehingga jadi kebiasaan. Seperti panggilan yang akrab di Kabupaten Sambas dan menjadi kebiasaan sehari-hari, ada Along, Angah, Ude dan Usu.
Sedangkan untuk makan, kita harus membiasakan anak-anak kita makan bersaprah di rumah, tujuannya agar mereka turut melestarikan kebudayaan di kehidupan sehari-hari, serta mengetahui bahwa budaya di Sambas ini sangat kental sekali.
“Saat ini permainan anak-anak sudah banyak yang hilang. Bahkan terus berkurang, kita berharap, melalui Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan di Sekolah Dasar (SD). Permainan anak-anak bisa bangkit kembali,” harapnya.
Urai Riza yang juga Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Sambas menegaskan. Untuk pendidikan di sekolah, sebaiknya olahraga bisa disatukan dengan permainan rakyat, tujuannya agar tetap lestari.
“Kita memberikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Kebudayaan yang telah menggelar Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) dengan mempertandingkan permainan-permainan rakyat yang saat ini sudah jarang dimainkan masyarakat kita,” ujarnya, seraya berharap budaya menjadi ikon sehingga bisa dikenal dunia. (Hen)















