Sambas Times. Pemangku Adat Kesultanan Sambas Uray Riza Fahmi menyampaikan Sekapur Sirih pada Peringatan Hari Jadi Sambas ke-392 dan HUT Perpindahan Ibukota Sambas ke-24 tahun.
Dalam paparan Sekapur sirihnya, Uray Riza Fahmi membacakan sejarah Kesultanan Sambas yang memiliki peranan penting berdirinya 392 tahun Sambas.
“Kesultanan Sambas ini memiliki potensi yang luar biasa, saya berharap beberapa tahun kedepan Sambas dipimpin dari pihak kerajaan Sambas,” tegasnya.
Uray Riza menuturkan, 392 tahun Sambas terbentuk masih dalam perdebatan. Ia mengatakan bahwa penelusuran sejarah hanya menemukan bukti otentik berupa buku.
“Bukti otentik tulisan Sultan Muhammad Syafiuddin 2 yang ditulisnya pada usianya yang sudah senja pada tahun 1903 dengan judul buku hadirnya kerajaan Sambas. Dan Sultan Muhammad Syafiuddin 2 adalah intelektual muslim pada saat itu,” jelasnya.
Uray Riza bersyukur Istana Sambas sampai saat ini masih berdiri kokoh seiring perkembangan zaman, dimana saat ini banyak bangunan-bangunan modern.
“Alhamdulillah kita masih bisa mempertahankan kondisi Istana Alwatzikubillah hingga saat ini semenjak 392 tahun. Dimana saat ini kita berpacu dengan perkembangan zaman,” ujarnya mengingatkan.
Dalam kesempatan itu, Uray Riza Fahmi berharap Pemda Sambas dan pihak Istana Alwatzikhoebillah selalu berdampingan dan berkolaborasi dalam membangun Kabupaten Sambas.
“Kita juga sedang menjaga silaturahmi antar family kerajaan, baik di Kalimantan maupun yang ada di Malaysia dan Brunei Darussalam,” pungkasnya. (Ris).















