Sambas Times. Yayasan Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Sambas resmi terbentuk, yayasan melibatkan berbagai etnis dengan tujuan untuk Pemajuan Kebudayaan yang ada di Kabupaten Sambas.
Yayasan yang dibentuk Tim Inisiator Pemajuan Kebudayaan secara mufakat, rapat dihadiri perwakilan pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Dewan Adat Dayak (DAD) dan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT), di Museum Daerah Sambas Jumat lalu.
Inisiator Yayasan Pemajuan Kebudayaan, Misni Safari menjelaskan. Ide pembentukan Yayasan Pemajuan Kebudayaan sejak November 2025 bersama MABM, DAD dan MABT disalah satu Warung Kopi.
Dasar pembentukan, yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 2017, tentang Pemajuan Kebudayaan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2021. Tentang implementasi UU Nomor 5 tahun 2017 dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 78 tahun 2021, tentang Pelestarian Kebudayaan.
“Ya, ide pembentukan yayasan ini berawal dari warung kopi, tujuannya untuk Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Sambas. Baik Melayu, Dayak, Tionghoa dan suku etnis lainnya yang ada di Kabupaten Sambas,” kata Misni Safari, Minggu (14/6/2026).
Dalam rapat pembentukan yayasan ini, jelas Misni, tidak saja dihadiri pengurus MABM, DAD dan MABT, juga dihadiri Kurator Museum Daerah Sambas, Dr Muriadi, akademisi, tokoh budaya dan seniman yang ada di Kabupaten Sambas.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan diskusi bersama, yang dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Seluruh peserta yang hadir menyetujui terbentuk Yayasan Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Sambas,” jelas Misni Safari.
Dari hasil rapat tersebut, seluruh peserta yang hadir berharap, dengan terbentuknya Yayasan Pemajuan Kebudayaan. Dapat memajukan Budaya, Seni dan Adat Istiadat Kabupaten Sambas.
Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update News Sambas Times
















