Sambas Times. Kesultanan Sambas tahun 1819 memiliki mata uang tersendiri, yaitu Koin Malik Al Adil, uang koin ini dibuat di Sambas pada masa kepemimpinan Sultan Muhammad Ali Syafiudin atau Pangeran Anom.
Dr Sunandar Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (Unnisas) pada Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Daerah Kabupaten Sambas menjelaskan materi tentang Uang Koin Malik Al Adil.
Dikatakan Sunandar, Koin Malik Al Adil yang saat ini berada di Museum Daerah Kabupaten Sambas. Pada masa Sultan Muhammad Ali Syafiuddin dibuat di Sambas dan pernah beredar di Sambas.
Ia menjelaskan, Koin Malik Al Adil justru bukan di temukan di Sambas, tapi di temukan di Palembang dan Malaka. Sedangkan Koin Malik Al Adil yang saat ini ada di Museum Daerah Kabupaten Sambas didapatkan di Palembang.
“Koin Malik Al Adil di Museum Sambas ditemukan di Palembang melalui aktivitas penyelamat di awal tahun 2000. Alhamdulillah koin ini bisa di simpan di Museum Daerah Kabupaten Sambas,” ujar Dr Sunandar menjelaskan.
Dikatakan Sunandar, koin Malik Al Adil ini banyak menyimpan sejarah, yang sebelumnya tidak kita ketahui. Ia berharap Seminar Hasil Kajian Museum Daerah Kabupaten Sambas ini bisa menjadi agenda tahunan untuk pemajuan kebudayaan.
Selain koin Malik Al Adil, Dr Sunandar juga menjelaskan deskripsi tentang Tenun Sambas dan Pedang Samsir. Menurutnya, masih banyak koleksi bersejarah yang ada di museum yang belum di deskripsikan.
“Dari koleksi yang ada di Museum Daerah Kabupaten Sambas, ini banyak menyimpan sejarah. Yang tentunya berhubungan dengan peradaban kita di masa lalu, namun masih banyak yang belum di deskripsikan,” jelasnya.
Sunandar berharap seminar ini bisa terus dilaksanakan, jika perlu di perluasan, sehingga koleksi bersejarah yang ada bisa di ketahui luas. Khususnya generasi muda Kabupaten Sambas. “Semoga semakin koleksi bersejarah yang bisa di deskripsikan,” harapnya.
Penulis: Muhammad Ridho I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News














