Home / Pendidikan

Selasa, 2 September 2025 - 18:43 WIB

80 Tahun Kemerdekaan: Evaluasi Perjalanan Menuju Indonesia Emas 2045

Bayu MPd Dosen Universitas 
Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNNISAS).

Bayu MPd Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNNISAS).

Sambas Times. Delapan dekade Indonesia berdiri sebagai negara merdeka. Yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 bukan hanya penanda berakhirnya penjajahan, tetapi awal perjalanan panjang menuju cita-cita bangsa.

Masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat. Kini, pada usia ke-80 tahun, dihadapkan pada pertanyaan mendasar: sejauh mana kemerdekaan telah mewujudkan janji-janji, dan langkah menyongsong Indonesia Emas 2045?

Refleksi Delapan Dekade

Dalam delapan puluh tahun, Indonesia telah menorehkan capaian besar. Dari negara yang terbelah oleh kolonialisme, kita mampu menjaga persatuan dalam keragaman.

Ekonomi tumbuh dari agraris sederhana menjadi salah satu kekuatan besar di Asia Tenggara. Demokrasi, meski penuh dinamika, terus berproses menuju kematangan.

Namun, refleksi juga menyingkap pekerjaan rumah yang belum selesai. Kesenjangan sosial ekonomi masih nyata, kualitas pendidikan dan kesehatan belum merata, serta praktik korupsi dan tata kelola pemerintahan yang belum sepenuhnya bersih.

BACA JUGA:  Humas Poltesa Raih Silver Winner Anugerah Diktisaintek 2025

Semua ini menjadi cermin, bahwa kemerdekaan politik belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemerdekaan sosial-ekonomi.

Momentum Menuju 2045

Visi Indonesia Emas 2045 saat republik ini genap berusia satu abad menjadi tonggak harapan. Indonesia ditargetkan masuk dalam lima besar ekonomi dunia, dengan SDM unggul, infrastruktur maju, dan peran strategis di kancah global.

Tantangan utama ada pada bonus demografi. Generasi muda yang kini mendominasi populasi, dapat menjadi aset besar jika dibekali pendidikan bermutu.

Terutama mutu eterampilan abad ke-21, serta nilai kebangsaan yang kokoh. Jika gagal, bonus demografi justru bisa berubah menjadi beban.

Selain itu, dunia tengah bergerak cepat. Digitalisasi, kecerdasan buatan, transisi energi, hingga perubahan iklim menjadi arena baru yang menentukan daya saing bangsa.

Indonesia harus memastikan transformasi ekonomi hijau dan digital berjalan inklusif, agar tidak meninggalkan kelompok rentan.

BACA JUGA:  Safari Ramadan 1001 Kubah ke-19 Disambut Warga Buluh Enggadang
Menggenggam Asa, Menjawab Tantangan

Evaluasi 80 tahun kemerdekaan bukan untuk mengungkit kelemahan, melainkan sebagai pijakan memperkuat langkah. Ada tiga hal yang krusial:

  1. Penguatan institusi dan tata kelola agar negara berdiri di atas hukum, bukan kepentingan sesaat.
  2. Investasi serius pada manusia pendidikan, riset, kesehatan, keterampilan digital, dan budaya literasi.
  3. Kolaborasi lintas sektor dan generasi untuk mengawal agenda Indonesia Emas sebagai cita-cita kolektif, bukan sekadar jargon politik.

Kemerdekaan ke-80 harus menjadi alarm sekaligus inspirasi. Alarm agar bangsa ini tidak terlena dengan capaian, dan inspirasi untuk melompat lebih tinggi.

Menuju 2045, Indonesia ditantang bukan hanya untuk menjadi besar dalam angka, tetapi juga unggul dalam martabat, berdaulat dalam ekonomi, serta adil dalam keadaban sosial.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google

Share :

Baca Juga

Direktur Poltesa Sebut Akreditasi Tanggungjawab Bersama

Pendidikan

Poltesa Gelar Bimtek Akreditasi Prodi MBP dan Prodi AKP
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Poltesa Gelar Seminar Nasional Hasil Penelitian dan PKM 2024
Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa

Pendidikan

Tak Kalah Dari Sambas, Aparatur Desa Ketapang Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik
Panitia silaturahmi akbat Bubor Paddas siap menyukseskan gawat tahunnya mahasiswa Kabupaten Sambas di Pontianak.

Pendidikan

KMKS Targetkan 2000 Mahasiswa Hadiri Silaturahmi Bubor Paddas di Pontianak
Misni Safari Ketua YSRM bersama pengurus AMKS Pantura di Pontianak

Pendidikan

Kunjungi AMKS Pantura, Misni Motivasi Mahasiswa Sambas
Direktur Poltesa Yuliansyah

Pendidikan

Poltesa Miliki Program Sarjana Terapan Prodi Akuntansi Sektor Publik
Untan

Pendidikan

Mahasiswa IP Untan Apresiasi Program Bumdes Sejiram
Suasana upacara peringatan Hari Guru Nasional yang digelar Kemenag Kabupaten Sambas

Pendidikan

Kemenag Sambas Peringati Hari Guru Nasional Tahun 2023
error: Content is protected !!