Sambas Times. Bupati Sambas Satono berkomitmen memajukan sektor pertanian, serta berupaya mencari solusi keluhan petani terkait kekeringan lahan pertanian belum lama ini.
Dikatakan bupati, ia akan berupaya membantu petani mencarikan donatur Sumur Bor Non APBD, sehingga bisa mengatasi kekeringan lahan pertanian akibat cuaca panas.
“Segera mungkin saya bantu sumur bor, ini tidak menggunakan dana pemerintah. Melainkan donatur seperti Jembatan Berkemajuan,” kata bupati pada Panen Raya Desa Serunai, Kecamatan Salatiga belum lama ini.
Sumur bor yang akan dibangun melalui dana non APBD, diharapkan bisa dikerjakan masyarakat sekitar dengan cara gotong royong.
“Cari titik-titik sumber air untuk dijadikan sumur bor. Namun syaratnya harus dikerjakan dengan gotong royong. Karena ini bukan proyek, dan harus dikerjakan bersama-sama,” pesannya
Bupati meminta Kepala Desa dan masyarakat desa Serunai untuk menemukan titik-titik sumber sumur bor, yang nantinya akan dibuat dengan dana non APBD.
Pada kesempatan itu, bupati mengingatkan kelompok tani untuk mensyukuri nikmat yang didapatkan, serta dapat menyisihkan hasil pertanian untuk zakat.
“Ini semua karunia Allah Swt. Jangan lupa infak dan zakat biar berkah dari setiap hasil pertanian yang didapatkan,” pesannya.
Keluhan kekeringan lahan pertanian juga dirasakan petani Desa Arung Medang, Kecamatan Tangaran, termasuk semakin berkurangnya stok air bersih.
Dari pemberitaan sebelumnya, Kepala Desa Arung Medang Darsono menyampaikan keluhan warga karena lahan pertanian kering dan stok air bersih menipis.
Ia menegaskan, ratusan hektar lahan pertanian milik warga pun terancam gagal tanam, karena lahan kering, dan saat ini sudah mulai memasuki masa tanam.
Penulis : Riskiyansyah | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















