Sambas Times. DPRD Sambas terima Hearing Penambang Ojek Motor Air Lintasan (POMAL) Tebas Kuala-Perigi Piyai terkait beroperasinya JSSB yang berdampak pada perekonomiannya, Senin (17/3/2024) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Sambas.
Penambang ojek motor air tiba di DPRD Sambas, Wakil Ketua Figo dan Ferdinan dan anggota dan instansi terkait menerimanya. “Kami menerima aspirasi para penambang yang terdampak setelah JSSB beroperasi,” kata Ferdinan Syolihin.
Ia menyampaikan dalam hearing hadir juga lnstansi dan dinas terkait di Pemkab Sambas. Ada langkah menyelesaikan keluhan penambang motor air
Wakil Ketua 1 DPRD Sambas Lerry Kurniawan Figo menyampaikan hal sama. “Ini dampak dari pembangunan, para penambang melakukan penyesuaian dari pembangunan yang ada, sehingga harus ada solusi untuk semua,” harapnya.
Sebelumnya, H Supri salah satu penambang menjelaskan sebagai penambang dari 1985 sampai sekarang, dan terdampak setelah JSSB beroperasi sehingga berharap ada solusi dari pemerintah daerah.
“Perlu kita pikirkan nasib para penambang yang bekerja lama, ada 61 orang punya motor air, pekerjanya berjumlah 131 orang,” ungkapnya.
Penulis :Muhammad Ridho















