Sambas Times. Pembukaan Workshop oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XVII di Provinsi Gorontalo dihadiri Maestro Budaya Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin (21/7/2025).
Maestro kebudayaan Kabupaten Sambas yang diundang mengikuti kegiatan misi budaya itu diantara, H Yuhendri dan Hj Aklima yang merupakan budayawan dan seniman Kabupaten Sambas.
Alland Ferdinand Ambo, ST MSi
Pamong Budaya Ahli Muda dan
Ketua panitia pelaksana menjelaskan, kegiatan Pentas Budaya Serumpun Dana-dana Nusantara sebagai bentuk komunikasi lintas budaya.
“Kegiatan ini sebagai bentuk komunikasi lintas budaya daerah, dengan pengaruh budaya Melayu Islam yang kuat dari Aceh, hingga Papua,” kata Alland Ferdinand Ambo kepada Sambas Times, Selasa (22/7/2025) via WhatsApp.
Alan sapaan akrabnya menjelaskan, Maestro dari 21 provinsi di undang untuk mengajar, berbagai pengalaman dan ilmu pengetahuan pada 21 Sanggar Tari aktif di Provinsi Gorontalo.
Selain itu, kata Alan, ragam tari Zapin Bedana dan Dana-dana mempunyai kemiripan satu sama lain, sehingga BPKW XVII berinisiatif menyatukan tari ini menjadi tari pergaulan melayu Islam menjadi Intangible Heritage.
“Rangkaian dari kegiatan ini juga diadakan seminar Tari Serumpun Dana-dana Nusantara, yang menghadirkan akademisi, praktisi dan Direktorat Diplomasi Kebudayaan Kementrian Kebudayaan RI,” ungkapnya.
21 Provinsi Yang Berpartispasi Antaranya :
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Lampung
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















