Sambas Times. Maestro Kabupaten Sambas H Yuhendri memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XII Kalimantan Barat yang telah mendukung Pelestarian Budaya.
Apresiasi disampaikan H Yuhendri, kepada Kepala BPKW XII Kalimantan Barat yang telah menunjuknya bersama Hj Aklima sebagai utusan Pentas Budaya Serumpun Dana-dana Nusantara di Propinsi Gorontalo.
“Terima kasih BPKW XII Kalbar yang telah menunjuk kami sebagai utusan Pentas Budaya Serumpun Dana-dana Nusantara. Banyak manfaat dari kegiatan yang diikut 21 provinsi se Indonesia itu, “kata H Yuhendri menjelaskan.
Ia mengatakan, banyak kesan yang di dapat selama kegiatan berlangsung. Ini semua adalah kebijakan BPKW XII Kalbar yang memotivasi budayawan daerah melestarikan budaya.
“Motivasi BPKW Kalbar semakin menambah semangat kami untuk melestarikan budaya Sambas, dan memperkenalkannya keluar daerah. Tentu kami sangat besyukur dan berterima kasih atas kepercayaan ini,” ujar Yuhendri bangga.
Yuhendri juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sambas H Satono dan juga Anggota DPRD Sambas H Ramzi yang telah memberikan dukungan, motivasi, serta apresiasi kepada budayawan kabupaten Sambas.
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Pimpinan BPKW XII, dan Bapak Tutup Kuncoro beserta seluruh staf. Karena selama keberangkatan sampai pulang kami dituntun dan dilayani,” ujarnya haru.
Ia berharap dorongan dari BPKW XII Kalbar untuk menjaga khazanah budaya daerah. Khususnya Kabupaten Sambas yang berbatasan dengan Malaysia, agar ditanami nilai-nilai adat dan budaya.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi kalender event nusantara. Sehingga warisan budaya yang penuh dengan filosopi dapat tersampaikan kepada generasi-generasi berikutnya,” harapnya.
Yuhendri : 37 Tahun Berkiprah, Baru Ini Ketemu Pejuang Budaya
Maestro Kabupaten Sambas H Yuhendri mengaku bangga bisa mengikuti Pentas Budaya Serumpun Dana-dana Nusantara di Gorontalo, dan bertemu Maestro dari berbagai daerah se Indonesia.
“Alhamdulillah, selama 37 tahun berkiprah di bidang seni dan budaya. Baru kali ini bertemu dan berkumpul bersama pejuang budaya seluruh nusantara,” ungkapnya.
Banyak kesan selama mengikuti kegiatan budaya di Gorontalo. Terutama pelayanan dan keramahan tuan rumah yang sangat luar biasa, khususnya panitia pelaksana.
“Panitia sangat luar biasa,
karena tidaklah mudah menghelat acara sebesar ini, mengumpulkan maestro sebanyak 21 propinsi se Indonesia,” tuturnya.
Terima kasih kepada Sanggar Motiambuwa, khusus Ilham Prayanata Adam, Nabila Kantue, Fadhilah Nujul Alawiyah Polontalo dan Charil Iqbal Adolo yang sangat luar biasa memarikan Tanda’ Sambas di Gorontalo.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















