Sambas Times. Kalimantan Barat (Kalbar) adalah rumah besar berbagai suku, agama, dan budaya. Di provinsi ini, masyarakat Dayak, Melayu, Tionghoa, Madura, Jawa, Bugis, dan berbagai kelompok lainnya hidup berdampingan dalam suasana harmonis.
Keberagaman menjadi kekayaan sosial yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan.
Dosen Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (Untan), Firdaus SIP M Sos menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi fondasi bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang damai, adil, dan penuh rasa persaudaraan.
Firdaus yang juga Sekretaris Jenderal Moderasi Lintas Etnis menegaskan. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kalbar juga menunjukkan praktik toleransi yang nyata.
Seperti sikap saling menghormati antar umat beragama, gotong royong dalam berbagai kegiatan sosial. Serta penghargaan terhadap tradisi dan budaya yang berbeda menjadi bagian kehidupan masyarakat.
Perayaan budaya seperti Gawai Dayak, Robo-Robo, Cap Go Meh, dan berbagai tradisi lainnya menunjukkan, bahwa keberagaman dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan.
Perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup bersama. Melainkan kekuatan yang memperkaya identitas Kalimantan Barat.
Menurutnya, momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat. Untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Melalui Hari Lahirnya Pancasila, kita merawat toleransi dan kemajemukan. Pancasila bukan hanya dihafalkan, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, agar persatuan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ujar Firdaus.
Ia menambahkan, Kalbar memiliki pengalaman panjang dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Karena itu, semangat saling menghormati, dialog, dan gotong-royong harus diperkuat, agar berbagai perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan bersama.
Setiap Warga Negara Memiliki Kedudukan Sama
Dosen Ilmu Politik Untan ini mengatakan. Nilai-nilai Pancasila mengajarkan, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama. Tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun budaya.
Sila Persatuan Indonesia mengingatkan, bahwa keberagaman harus menjadi perekat bangsa, bukan sumber perpecahan.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar.
“Harus bisa menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi. Karena ini menjadi bagian penting dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” pesannya.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, masyarakat Kalimantan Barat diajak untuk terus memperkuat semangat toleransi. Menjaga kemajemukan, dan membangun persaudaraan.
Dengan demikian, keberagaman yang dimiliki dapat menjadi modal sosial yang berharga dalam mewujudkan daerah yang damai, maju, dan sejahtera.
Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update News Sambas Times















