Home / Peristiwa

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:08 WIB

HMKS: Kebakaran Lahan di Desa Sekuduk Diperparah Fenomena Godzilla El Nino

Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, Jumat lalu.

Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, Jumat lalu.

Sambas Times. Kebakaran lahan kembali menerjang wilayah Kabupaten Sambas. Area semak belukar dan lahan vegetasi kering di Desa Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, hangus terbakar, Jumat (21/8/2026) lalu.

Penyebab awal kebakaran diduga akibat paparan suhu udara ekstrem serta kekeringan panjang yang memicu gesekan vegetasi kering hingga menimbulkan percikan api. Hembusan angin kencang di lokasi kejadian membuat kobaran api menyebar dengan cepat.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sejangkung (HMKS), Muhammad Rasya Alfaed menjelaskan, peningkatan intensitas kekeringan ekstrem tahun ini berkaitan erat dengan fenomena Godzilla El Nino.

Fenomena perubahan iklim global ini terjadi akibat peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Yang menekan pembentukan awan hujan di Indonesia sehingga memicu kemarau panjang, penurunan curah hujan drastis, dan krisis air bersih.

BACA JUGA:  Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 Mafindo di Sambas Sukses

Ancaman fenomena tersebut membawa bahaya serius, seperti maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kerusakan ekosistem tanah, potensi krisis pangan akibat gagal panen, serta penyebaran kabut asap beracun yang mengganggu kesehatan saluran pernapasan.

Muhammad Rasya Alfaed, mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan. Mengingat kejadian di Desa Sekuduk ini harus menjadi alarm keras bagi kita semua.

Dampak Godzilla El Nino bukan lagi ancaman di atas kertas, melainkan ancaman nyata di depan mata. “HMKS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga lingkungan dan menanggalkan praktik pembakaran lahan, “ajaknya.

HMKS juga mendesak pihak terkait untuk menyiagakan personel dan mitigasi bencana secara intensif. Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, langkah pencegahan dan mitigasi harus segera dilakukan secara terpadu.

BACA JUGA:  Desa Mentibar Minta PP-KSU Panaskan Mesin Pemekaran DOB

Seperti melakukan patroli rutin pemantauan titik panas (hotspot), edukasi larangan membuka lahan dengan cara dibakar (zero burning). Pengoptimalan sekat kanal (canal blocking) pada tanah gambut, serta kesiapsiagaan embung dan peralatan pemadam portabel di area rawan.

Hingga Jumat malam, tim gabungan masyarakat dan relawan telah berhasil mengendalikan pergerakan api di Desa Sekuduk. Pihak kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi.

Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat puncak kemarau akibat El Nino masih berlangsung. “Pihak kepolisian dan BPBD diharapkan gencar melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak membakar lahan, “pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times

Share :

Baca Juga

Gubernur Kalbar Sutarmidji

Peristiwa

Gubernur Kalbar Salurkan Bantuan Dampak Banjir Kabupaten Sambas
Pokmaswas Kecamatan Tebas

Peristiwa

Bangkitkan Kelompok Nelayan dan Pokmaswas Kecamatan Tebas
Pelajar SDN 09 Sepinggan Sukamantri melintasi jembatan kayu di Desa Sepinggan

Peristiwa

Berharap Jembatan Desa Sepinggan Masuk Program Bupati
Firdaus Ketua Umum HMI Cabang Sambas

Peristiwa

Jadikan Milad HMI Sebagai Semangat Berkarya
Ketua Komisi IV DPRD Kalbar H Subhan Nur meninjau kerusakan WF Sambas dengan menghadirkan Dinas PU Kalbar,

Peristiwa

Hadirkan Dinas PU Kalbar, Subhan Minta Tuntaskan Pembangun WF Sambas
nelayan hilang di Sungai Sambas Besar

Peristiwa

Nelayan Pemangkat Dilaporkan Hilang di Sungai Sambas Besar
Warga Desa Sungai Kumpai Gotong-royong bangun jembatan sementara dari Batang Kelapa

Peristiwa

Warga Desa Sungai Kumpai Bangun Jembatan Batang Kelapa
Kondisi banjir yang terjadi di Kecamatan Sajad akibat curah hujan tinggi dan pasang sungai

Peristiwa

4 Desa Kecamatan Sajad Terendam Banjir
error: Content is protected !!