Home / Peristiwa

Kamis, 29 Desember 2022 - 15:04 WIB

Dua Desa Deklarasikan Desa Inklusif

Usai deklarasi, peserta workshop dan undangan yang hadir mengabadikannya dengan sesi foto bersama, Kamis (29/12/2022).

Usai deklarasi, peserta workshop dan undangan yang hadir mengabadikannya dengan sesi foto bersama, Kamis (29/12/2022).

Sambas Times. Desa Sejiram, Kecamatan Tebas dan Desa Sepantai, Kecamatan Sejangkung resmi mendeklarasikan diri sebagai Desa Inklusif, Rabu (28/12/2022) di Aula Bappeda Kabupaten Sambas.

Hadir dalam deklarasi tersebut, Asisten II Setda Sambas, Yayan Kurniawan, Kepala Bappeda Yudi, Sekretaris Dinsos PMD Edi, Program Manager Usaid Madani, Pengurus Gapemasda dan kedua desa inklusif.

Deklarasi desa inklusif bertepatan dengan acara Workshop Kolaborasi Daerah III Program Usaid Madani. Tujuannya untuk menjadikan dua desa tersebut sebagai desa piloting tata kelola anggaran Desa Inklusif.

Upaya kedua desa tersebut yaitu membentuk Kelompok Literasi Anggaran Desa Inklusif (Kladi). Dengan melibatkan perwakilan perempuan, pemuda dan disabilitas, serta mengawal kebutuhan kelompok dalam proses pembangunan, baik tahap perencanaan, pelaksanaan, pembangunan dan pemberdayaan.

BACA JUGA:  29,4 Hektar Lahan Gambut di Kecamatan Selakau Terbakar

“Kami berharap dua desa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya, terutama dalam melaksanakan tata kelola anggaran desa inklusif. Serta mengakomodir kebutuhan kelompok perempuan, anak, pemuda dan disabilitas,” kata Wilma Sari Program Manager Usaid Madani.

Wilma Sari Program Manager Usaid Madani dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Pedesaan (Gapemasda) berharap dengan pelibatan kelompok peremuan. Anak pemuda dan disabilitas dapat melibatkan perwakilan mereka.

“Kami melihat bahwa pelibatan kelompok perempuan, anak, pemuda dan disabilitas dalam proses perencanaan desa masih formalitas. Belum adanya penguatan kapasitas bagi mereka, sehingga mereka dapat bersuara dalam forum-forum musyawarah desa,” harapnya.

BACA JUGA:  Kontes Bonsai Se Kalimantan Mulai Didatangi Peserta

Melalui program Usaid Madani ini kita telah memberikan penguatan kapasitas kelompok tersebut. Mulai dari memahami siklus dana desa, merumuskan permasalahan kelompok perempuan dan disabilitas.

“Kami melakukan evaluasi pelayanan publik menggunakan metode Community Score Card (CSC) yang mengkombinasikan penilaian antara pemberi dan penerima layanan, serta membuat rekomendasi perbaikan Bersama,” jelas dia.

Pembacaan deklarasi tersebut disaksikan Asisten II Setda Sambas, Kepala BAPPEDA Sambas, Sekretaris Dinsos PMD serta peserta workshop. (edo)

Share :

Baca Juga

Ibu Ibu Desa Tempapan Kuala

Peristiwa

Ibu-ibu Tempapan Kuala Bersihkan Lingkungan Jelang HUT RI ke-80
Banjir di Balai Gemuruh, Kecamatan Subah

Peristiwa

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Sambas
Pohon Bonsai peserta kontes yang dibawa peserta untuk diserahkan ke panitia kontes, Kamis, (28/7/2022) Sore

Peristiwa

Kontes Bonsai Se Kalimantan Mulai Didatangi Peserta
Pengurus Pokdarwis Tanjung Api foto bersama mahasiswa/i Poltesa

Pendidikan

Pokdarwis Tanjung Api Lepas Mahasiswa Magang Poltesa
Satreskrim Polres Sambas melakukan identifikasi kebakaran di Kecamatan Tebas, akibat peristiwa tersebut menyebabkan satu korban meninggal.

Peristiwa

Kebakaran di Tebas, Satu Korban Lansia Meninggal
Kondisi jalan dungun yang berdebu, sehingga dikeluhkan masyarakat

Peristiwa

Jalan Dungun Laut Rusak, Panas Berdebu Hujan Berlumpur
Warga antusias saksikan Eksebisi Bendera Merah Putih terpanjang di Kabupaten Sambas yang digelar di Pemangkat, Kamis (18/8/2022).

Peristiwa

Ribuan Warga Pemangkat Saksikan Bendera Merah Putih Terpanjang di Kabupaten Sambas
Kapolsek Jawai

Peristiwa

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Sarang Burung Danau
error: Content is protected !!