Home / Peristiwa

Senin, 17 Juli 2023 - 12:22 WIB

Pecinta Mangrove Kalilaek Ajak Lestarikan Hutan Mangrove

Pecinta lingkungan foto bersama usai sosialisasi pelestarian hutan Mangrove di Kecamatan Pemangkat, Senin (17/7/2023).

Pecinta lingkungan foto bersama usai sosialisasi pelestarian hutan Mangrove di Kecamatan Pemangkat, Senin (17/7/2023).

Sambas Times. Pecinta Mangrove Kalilaek bersama KPH Kabupaten Sambas menggelar sosialisasi tentang pelestarian hutan mangrove di aula Kantor Desa Pemangkat Kota, Kecamatan Pemangkat, Senin (17/07/2023).

Hadiri pada kegiatan itu Kepala UPT KPH Kabupaten Sambas, Kabid Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan dan Konservasi SDA Dinas Perkim LH, Perwakilan Camat Pemangkat.

Sekdes Pemangkat Kota. Ketua Pecinta Mangrove “Kalilae” Desa Sebubus Kecamatan Paloh, Ketua BPD Desa Pemangkat Kota serta tamu lainnya kurang lebih 60 orang.

Ketua Pecinta Mangrove Kalilaek, Darmawan mengatakan. Pihaknya bersama-sama pecinta mangrove di Kecamatan Paloh sudah berupaya menjaga hutan mangrove di Desa Sebubus Kecamatan Paloh.

Darmawan menyampaikan hingga saat ini hutan mangrove dapat terjaga dengan baik bahkan bertambah setiap tahunnya di Kecamatan Paloh.

BACA JUGA:  Nelayan Pemangkat Dilaporkan Hilang di Sungai Sambas Besar

“Kami mengajak masyarakat Kecamatan Pemangkat untuk bisa menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian hutan mangrove didaerahnya,” kata Darmawan.

Ia menerangkan, ada beberapa spesies yang bisa ditemukan di hutan mangrove dan masih ada hingga saat ini di Kecamatan Paloh. Seperti Bekantan atau Kalilaek atau Monyet belanda yang sudah langka.

“Selain menjaga kelangsungan alami di hutan mangrove, kita juga bisa memanfaatkan buah mangrove menjadi olahan makanan. Seperti sirup mangrove, selai mangrove, aneka kue dan aneka minuman tentunya memiliki nilai ekonomi apabila dikembangkan,” jelasnya.

Dalam pemanfaatan hutan mangrove, lanjut Darmawan, juga bisa menggunakan skema pengelolaan lahan sesuai aturan yang berlaku dan sudah dilaksanakan di Kecamatan Paloh, Kecamatan Subah, Kecamatan Tebas yaitu berupa Perhutanan Sosial dan bisa juga skema Hutan Kemasyarakatan.

BACA JUGA:  MPC PP Pontianak Siap Gelar Ramah Tamah

“Kami berharap masyarakat Kecamatan Pemangkat ini bisa bekerja sama dengan instansi terkait. Seperti KPH membangun komunikasi terkait pemanfaatan hutan mangrove, sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari,” harapnya.

Tanjung Bilah Hutan Lindung Kecamatan Pemangkat

Kepala UPT KPH wilayah Kabupaten Sambas, Ponty Wijaya mengatakan, untuk Desa Pemangkat Kota hutan lindung namanya hutan Tanjung Bilah.

Ia juga mengajak masyarakat dalam melindungi dan melestarikan hutan mangrove bisa berdampingan dengan usaha tambak masyarakat.

“Terdapat beberapa skema dalam hal pemanfaatan kawasan hutan mangrove dan sudah diatur. Kita meminta masyarakat terbuka dan membangun komunikasi bersama KPH agar ke depan tidak menimbulkan permasalahan,” terangnya. (jyn)

Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Almarhum Ir H Arifidiar MH saat dalam perawatan di RSCM Jakarta

Peristiwa

Sambas Berduka, Arifidiar Wakil Ketua DPRD Sambas Berpulang ke Rahmatullah
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah bocah tenggelam

Peristiwa

Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah Bocah Tenggelam di Sungai Sebawi
Ramah Tamah Pengurus MPC PP Pontianak

Peristiwa

MPC PP Pontianak Siap Gelar Ramah Tamah
Suriadi menyampaikan materi

Peristiwa

Pengelola Desa Wisata Belajar Kelola Pendapatan Sektor Pariwisata
Kapolsek Teluk Keramat

Peristiwa

Warga Tangaran Perbaiki Jembatan Kayu Yang Rusak
Warga Panglipur gotong-royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya

Peristiwa

Warga Panglipur Swadaya Perbaiki Jalan Gunakan Dana Pribadi
Beberapa rumah warga di Komplek Didis Permai tergenang air, tampak warga berkemas sibuk berkemas rumah,

Peristiwa

Parit Sukaramai Meluap, Rumah Warga Digenangi Air
Jalan negara akses Sajingan-Temajuk yang tertimbun longsor, tepatnya di Sinjan, Dusun Sungai Tengah

Peristiwa

Waspada, Jalan Sajingan-Temajuk Tertimbun Longsor
error: Content is protected !!