Home / Pemerintahan

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:52 WIB

AMUK Fasilitasi Wujudkan KSP Yang Transparan dan Demokrasi

AMUK Mengabadikan Momen Foto Bersama Kades, BPD, Tomas, Toga, Ormas dan Profesional membahas terwujudnya KSP yang Transparan dan Demokrasi di Pemangkat, Kamis (18/12/2025).

AMUK Mengabadikan Momen Foto Bersama Kades, BPD, Tomas, Toga, Ormas dan Profesional membahas terwujudnya KSP yang Transparan dan Demokrasi di Pemangkat, Kamis (18/12/2025).

Sambas Times. Aliansi Masyarakat Untuk KSP (AMUK) kembali memfasilitasi semangat mewujudkan pemekaran Kabupaten Sambas Pesisir (KSP) yang transparan dan demokrasi disalah satu Cafe di Pemangkat, Kamis (18/12/2025).

Ketua AMUK, Yudiansyah menjelaskan, semangat mewujudkan KSP yang diikuti 5 perwakilan kecamatan selama 3 jam dihadiri Kades, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda, Ormas dan profesi profesional.

“Dari pertemuan itu, menghasilkan pilihan bersama denga polling tertutup, tanpa tekanan pihak manapun. Yang memilih penyegaran pengurus 95 persen, yang mengisi kekosongan pengurus 5 persen,” kata Yudiansyah.

Menurut Yudi, pertimbangan hasil dari pertemuan diantaranya,

1. Intrust Publik atau krisis kepercayaan publik cukup tajam dari berbagai kalangan

2. Persoalan status tanah hibah ibu kota Kabupaten di Salatiga.

3. Kekecewaan Terlalu lama, 22 tahun proses KSP tidak ada hasil atau Zonk, dan sekarang harus kembali lagi dari awal. Karena alasan berkas yg diserahkan tahun 2018 masih mengunakan uu no 32 thn 2004 yang sudah expraid.

BACA JUGA:  Rubaeti Erlita Resmi Daftar DPD RI ke KPU Kalbar

Sementara yang berlaku sekarang UU no 23 thn 2014. Sehingga harus proses kembali dari awal. Seperti meminta dukungan 33 desa. Itu disampaikan oleh berbagai pihak.

“Dalam pertemuan itu, AMUK hanya mengakomodir memberikan fasilitas yang terbatas. Namun hasilnya, mereka telah memutuskan permasalahan dengan tegas dan cerdas,” tegasnya.

Meminta PPKSP Mengumpulkan Kembali Kades, BPD dan Tomas

Para pihak yang hadir dalak pertemuan itu, meminta PPKSP mengumpulkan kembali Kepala Desa, BPD dan Tokoh Masyarakat seperti saat menjelang sebelum PPKSP berangkat ke Pusat berkoordinasi dengan pihak kemendagri.

BACA JUGA:  Fraksi PKS DPRD Sambas Dorong Optimalisasi PAD dan Pilkades yang Demokratis

“PPKSP harus menyampaikan hasilnya, serta langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan. Termasuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait status lahan hibah, supaya tidak simpang siur,” ulasnya.

Menurut Yudi, adapun banyak pihak yang mengiginkan penyegaran, itu juga harus ditanggapi serius. Karena menyangkut kredibilitas dan rasa tanggung jawab mengwujudkan KSP kedepan.

Segala kegiatan panitia pemekaran, jelas Yudi, baik desa, kabupaten atau provinsi. Aturan terbaru dilarang mengunakan APBD, sehingga memerlukan dukungan semua pihak.

“Ia, panitia pemekaran tidak lagi bisa menggunakan APBD. Sehingga perlu dukungan Kades, BPD dan tokoh masyarakat yang memberikan amanah, harus didengarkan juga oleh PPKSP,” harapnya.

Penulis: Muhammad Ridho I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Mardani menyerahkan PU Fraksi PDI Perjuangan

Pemerintahan

PDI P Minta Raperda APBD 2022 Disajikan Konkrit dan Spesifik
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan

Pemerintahan

Mendag RI Zulkifli Hasan Kunjungi Sambas, Ini Agendanya
Pelatihan bersama Basarnas, Lanud Sanggau Ledo dan Bakamla, Rabu (6/9/2023) di Pos Basarnas Sintete Kecamatan Semparuk.

Pemerintahan

Basarnas, Lanud Sanggau Ledo dan Bakamla Mentapkan Potensi SAR
Wakil Ketua DPRD Kalbar Prabasa Anantatur

Pemerintahan

Prabasa Terima Aspirasi Terkait Infrastruktur dan Pupuk
DPRD Sambas

Pemerintahan

Ingatkan Pemda tentang Perpanjangan Masa Jabatan Kades-BPD
DPRD Sambas

Pemerintahan

Figo Dukung Tanjung Bayung Jadi Desa Baru di Kecamatan Tangaran
DPRD Provinsi Kalbar Ir Prabasa

Pemerintahan

HUT Pemprov Kalbar ke-69, Prabasa Desak Pembangunan WF Sambas
Ketua Tim Itjen Agus Salim saat melakukan evaluasi penyuluh agama daerah terluar Indonesia

Pemerintahan

Itjen Kemenag Evaluasi Kinerja Penyuluh Daerah Terluar Indonesia
error: Content is protected !!