Home / Politik

Kamis, 7 November 2024 - 03:36 WIB

Bahasan Serang Soal Pakaian Adat Etnis

Debat Kandidat Pilkada Pontianak di Hotel Aston, Rabu (6/11/2024) malam.

Debat Kandidat Pilkada Pontianak di Hotel Aston, Rabu (6/11/2024) malam.

Sambas Times. Bahasan berani menyerang soal pakaian adat etnis yang digunakan Paslon dan Pendukung 02 H Mulyadi-Harti Hartidjah, Rabu (6/11/2024) di ajang Debat Kandidat Pilkada Pontianak.

Bahasan yang merupakan calon wakil pendamping Edi ini dianggap melecehkan simbol multietnis dalam debat kandidat yang diselenggarakan KPU Kota Pontianak. Kegiatan ini dipandu moderator Ivo Nasution.

Berawal saat moderator memberikan kesempatan kepada Bahasan bertanya selama 1 menit dan jawaban oleh Calon Wakil Walikota Nomor 2 Harti Hartidjah. Jawaban itu kemudian ditanggapi balik Calon Wakil Walikota dan boleh ditambahkan Calon Walikota.

“Baik, saudara Calon Wakil Walikota…,” kata Bahasan sambil tertawa nyinyir diawal dia hendak mengajukan pertanyaan untuk Harti Hartidjah tepat di durasi 1:32:39 Debat Publik Pilkada Pontianak itu.

Bahasan melanjutkan bahwa Harti telah berani mencoba menjadi paslon Pilkada  dan sejauh mana memahami tugas dan fungsi Wakil Walikota untuk mengantisipasi Kota Pontianak yang sudah sangat kondusif.

“Ini bisa dipertahankan atau bahkan malah lebih ditingkatkan, karena saya yakin anda berani mencoba, berani juga melaksanakan itu,” tanya Bahasan.

Harti menjawab kehadiran pasangan Multi (Mulyadi-Harti) sudah menunjukkan keberagaman di arena debat kandidat, sehingga bisa maju bersama masyarakat Kota Pontianak.

BACA JUGA:  Dosen Poltesa Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Perpajakan

“Kami adalah pasangan multietnis, sesuai dengan keberadaan masyarakat kota pontianak yang beraneka ragam suku dan agama. Kami mempunyai hak yang sama untuk maju sebagai Wakil Walikota Pontianak,” ujar Harti.

Ungkapan Harti ini ingin menunjukkan kondusivitas dapat dibangun salah satunya dengan menghadirkan budaya yang majemuk. Dalam dialog tersebut memang Paslon 02 dan para pendukungnya memakai pakaian adat masing-masing antara lain pakaian adat Melayu, Dayak, Tionghoa, Bugis, Batak, Jawa, Madura, Banten, Sunda, Flobamora dan etnis lainnya yang ada di Kota Pontianak.

“Siapapun kami, adalah warga Indonesia, apapun warna kulit kami, diberikan kesempatan sama untuk maju dan kami sudah menunjukkan keberagaman di ruangkan ini,” ujar Harti.

Jawaban Harti ditanggapi balik Bahasan yang menyatakan jawaban Harti sangat tidak nyambung. “Saya tanya fungsi dan tugas wakil walikota itu apa. Malah menjawab ditunjukkan di depan seolah-olah memakai pakaian adat itu semua bisa mengkondisikan bahwa kondusivitas itu dijamin dengan memakai pakaian adat saja,” kata Bahasan.

Tengil

Gaya bahasan semakin tengil saja lantaran sambil berbicara mengarahkan telunjuk kirinya ke arah massa pendukung Paslon 02 yang berpakaian adat multi etnis.

Persoalan ini mendapat perhatian serius dari Calon Walikota Pontianak Nomor Urut 2 H Mulyadi yang menyampaikan dalam kesempatan jumpa pers usai debat kandidat tersebut.

BACA JUGA:  Dapil Kalbar III Aspirasi dan Representasi Masyarakat Perbatasan

“Justru akhlak dan perilaku itu dibangun dari akar budaya. Kalau itu  dianggap hal biasa, itu adalah anggapan yang salah,” kata Mulyadi.

Mulyadi mencontohkan dirinya selaku orang Melayu dan merasa cinta dengan pakaian adat melayu. Demikian pula bagi yang Bugis dan memakai pakaian adat Bugis, yang Tionghoa memakai pakaian Tionghoa, etnis Dayak juga etnis lainnya.

“Itulah dia multietnis. Kalau kita pelihara maka gesekan-gesekan tidak akan terjadi. Ini bagus dan jangan dianggap biasa saja. Justru itu hal yang luar biasa,” kata Mulyadi yang  mantan Sekda dan lama berkiprah sebagai guru serta Kepala Dinas.

Menurutnya, akhlak dan perilaku anak-anak juga akan terjaga dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya menerapkan seragam corak insang bagi anak- anak sekolah. Bahkan nanti kelak jika terpilih sebagai Walikota akan menerapkan penggunaan seragam khas adat masing-masing setiap hari Jumat.

“Anak sekolah memakai seragam khas pakaian adat masing-masing dengan tujuan menanamkan pendidikan sejak dini,” kata Mulyadi yang salah satunya memprogramkan pakaian sekolah gratis.(R2)

Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Partai Nasdem

Politik

Ketua DPW Nasdem Ajak Pengurus Partai Solidkan Barisan
Ketua DPD Nasdem Kabupaten Sambas menggelar Rakor menghadapi Pileg dan Pilpres 2024

Politik

Nasdem Gelar Rakorda Menuju Pileg dan Pilpres 2024
Rubaeti Erlita menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Tangaran

Politik

Rubaeti Ucapkan Terima Kasih Kepada Masyarakat Tangaran
Arifidiar foto bersama Maman Abdurahman Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Prabasa Anantatur pada kegiatan Sinergitas DPR RI dan BPH Migas

Politik

Arifidiar Apresiasi Sinergitas Maman Abdurahman dan BPH Migas Perjuangkan BBM Kalbar
Ketua DPD Nasdem Kabupaten Sambas memberikan arahan kepada DPC dan Caleg Partai Nasdem

Politik

Hadapi Pemilu 2024, Nasdem Gelar Rakorda Pelatihan Saksi
Pilkada Serentak 2024

Politik

Garda Borneo Sambas Ajak Wujudkan Pilkada Aman dan Damai
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sambas H Abu Bakar menyerahkan dokumen Bacaleg Kepada Ketua KPU Sambas

Politik

Gerindra Ajukan 45 Bacaleg Dari 7 Dapil ke KPU Sambas
KPU Sambas

Politik

KPU Sambas Rakor Persiapan Rekapitulasi Pleno Pemilu 2024
error: Content is protected !!