Home / Politik

Selasa, 26 November 2024 - 20:41 WIB

Bawaslu Petakan 31 Indikator Potensi TPS Rawan Pilkada Sambas

Yesi Mayasanti Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas

Yesi Mayasanti Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas

Sambas Times. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sambas memetakan Potensi kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan pada Pemilihan 2024.

“Potensi kerawanan TPS dilakukan guna mengantisipasi gangguan di TPS pada hari pemungutan suara. Hasilnya, terdapat 17 indikator TPS rawan yang perlu antisipasi,” kata Ketua Bawaslu Yesi Mayasanti, Selasa (26/11/2024).

Pemetaan kerawanan tersebut diambil dari 195 desa di 19 Kecamatan yang melaporkan kerawanan TPS di wilayahnya masing-masing.

“Pengambilan TPS rawan di laksanakan selama 6 hari, mulai pada tanggal 10 s.d 15 November 2024,” ujar Yesi Mayasanti menjelaskan.

Berikut variabel dan indikator potensi TPS rawan sebagai berikut.

Pertama, penggunaan hak pilih (DPT) yang tidak memenuhi syarat, DPTb, Potensi DPK, Penyelenggaraan Pemilihan di luar domisili, pemilih disabilitas terdaftar di DPT dan/atau Riwayat (PSU).

Kedua, keamanan riwayat kekerasan, intimidasi dan atau penolakan penyelenggaraan pemungutan suara). Ketiga, Politik Uang. Keempat, Politisasi SARA.

Kelima, netralitas penyelenggara pemilihan, ASN, TNI/Polri, Kepala Desa dan/atau Perangkat Desa), Keenam, Logistik (riwayat kerusakan, kekurangan/kelebihan dan/atau terlambat).

Ketujuh, Lokasi TPS (sulit dijangkau, rawan konflik, rawan bencana, dekat dengan lembaga pendidikan, pabrik, pertambangan, dekat dengan rumah Paslon/Posko tim kampanye, dan/atau lokasi khusus.

BACA JUGA:  DPR RI Sayangkan CV Anteba Tak Bayar Gaji Pekerjaan PJU-TS di Sambas
Kedelapan, jaringan listrik dan internet, Hasilnya sebagai berikut:
  1. TPS yang terdapat pemilih DPT yang sudah tidak memenuhi Syarat (Meninggal Dunia, Alih Status menjadi TNI/Polri, berjumlah 167.
  2. TPS yang terdapat Pemilih Pindahan (DPTb), berjumlah 115.
  3. TPS yang terdapat potensi pemilih memenuhi syarat namun tidak terdaftar di DPT (potensi) DPK, berjumlah 11.
  4. TPS yang terdapat KPPS yang merupakan pemilih di luar domisili TPS tempatnya bertugas, berjumlah 88; 5. TPS yang memiliki riwayat kekerasan berjumlah 5.
  5. TPS yang memiliki riwayat kekurangan atau kelebihan dan bahkan tidak tersedia logistik pemungutan dan penghitungan suara pada saat Pemilu berjumlah 6.
  6. TPS sulit dijangkau (geografis dan cuaca), berjumlah 8.
  7. TPS yang didirikan di wilayah rawan bencana, berjumlah 39,
  8. TPS dekat lembaga pendidikan yang siswanya berpotensi memiliki hak pilih, berjumlah 3.

10.TPS dekat wilayah kerja (pertambangan, pabrik), berjumlah 2,

11.TPS di lokasi khusus, berjumlah 1,

12.TPS yang terdapat kendala di jaringan internet di lokasi TPS, berjumlah 31.

13.TPS yang terdapat kendala aliran listrik di lokasi TPS, berjumlah 8,

14.TPS yang terdapat pemilih disabilitas yang terdaftar di DPT, berjumlah 218.

BACA JUGA:  Pangeran Tarhan Sambut Silaturahmi Krisantus di Istana Sambas

15.TPS yang terdapat riwayat pemungutan suara ulang (PSU) dan/atau Penghitungan surat suara ulang (PSSU), berjumlah 2.

16.TPS yang terdapat ASN, TNI, Polri dan/atau Perangkat Desa yang melakukan tindakkan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon, berjumlah 1.

  1. TPS yang terdapat ASN, TNI/Polri, Kepala Desa melakukan tindakkan/kegiatan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon, berjumlah 1.
Brosur Bawaslu Kabupaten Sambas
Rekomendasi Berdasarkan Pemetaan TPS rawan.

Bawaslu merekomendasikan KPU untuk menginstruksikan kepada jajaran PPS dan KPPS :

a. Melakukan antisipasi kerawanan sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

b. Berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap kerawanan yang berpotensi terjadi di TPS, baik gangguan keamanan, netralitas.

c. kampanye pada hari pemungutan suara, potensi bencana, keterlambatan distribusi
logistik, maupun gangguan listrik dan jaringan internet.

d. Melaksanakan distribusi logistik sampai ke TPS pada H-1 secara tepat (jumlah, sasaran, kualitas, waktu), melakukan layanan pemungutan dan penghitungan suara sesuai ketentuan dan memprioritaskan kelompok rentan, serta mencatat data pemilih dan penggunaan hak pilih secara akurat.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Ilustrasi Netralitas ASN Pada Pilkada Serentak Tahun 2024

Politik

KMKS : Pilkada 2024 ASN dan Kades Harus Netral
KPU Kabupaten Sambas

Politik

KPU Sambas Laksanakan Rapat Pleno Terbuka PDPB
Bupati Sambas Satono dan Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi memberikan hak pilihnya

Politik

Bupati dan Wabup Sambas Berikan Hak Pilih Pemilu 2024
Rubaeti Erlita menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Tangaran

Politik

Rubaeti Ucapkan Terima Kasih Kepada Masyarakat Tangaran
Bawaslu Kabupaten Sambas

Politik

Bawaslu Sosialisasi Pengawasan Pilkada Kabupaten Sambas
KPU kabupaten Sambas

Pemerintahan

KPU Sambas Laksanakan Coktas Data Pemilih ke Desa-desa
Bantuan Logistik Banjir Partai Golkar

Politik

Camat Sejangkung Apresiasi Bantuan Banjir Golkar Untuk Desa Sendoyan
Partai Nasdem

Politik

Rakerwil Partai Nasdem Provinsi Kalbar di Pusatkan di Temajuk
error: Content is protected !!