Sambas Times. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas menggelar Pelatihan dan Simulasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi El Nino di Kabupaten Sambas.
Kepala BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo ST menegaskan, kegiatan dilaksanakan untuk menghadapi potensi ancaman Karhutla. Akibat fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.
Pelatihan digelar BPBD Kabupaten Sambas berkolaborasi dengan PT Agrina Sawit Perdana (ASP Group). Untuk kesiapsiagaan Karhutla di Desa Madak, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Rabu (20/05/2026) lalu.
Pelatihan dan Simulasi melibatkan PT Karya Boga Mitra (KBM), PT. Karya Boga Kusuma (KBK) dan PT. Rana Wastu Kencana (RWK). Dalam memperkuat kesiapsiagaan dunia usaha menghadapi ancaman karhutla pada musim kemarau.
Ia menjelaskan, peserta kegiatan terdiri dari jajaran manajemen perusahaan, tim keamanan, regu tanggap darurat, pekerja lapangan, dan unsur terkait lainnya di lingkungan perusahaan.
Sementara untuk pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan dipandu pemateri dan instruktur dari BPBD Kabupaten Sambas. Dengan materi yang meliputi pengenalan potensi dan faktor penyebab karhutla.
Langkah pencegahan dini, teknik deteksi awal titik api, aksi merespon peringatan dini, prosedur pelaporan kejadian, penggunaan peralatan pemadaman, dan tata cara penanganan awal kebakaran secara cepat dan aman.
Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan penggunaan alat pemadam kebakaran, teknik pemadaman api skala awal, pola komunikasi darurat. Serta prosedur keselamatan personel saat menghadapi kondisi kebakaran di lapangan.
Peran Dunia Usaha Cegah dan Tanggulangi Karhutla
Kepala BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo menyampaikan, dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Terutama menghadapi potensi dampak El Niño tahun 2026 yang diperkirakan dapat meningkatkan kerawanan kebakaran hingga September mendatang.
“Melalui kegiatan ini, ia ingin memastikan personel perusahaan, memiliki kemampuan dasar deteksi dini, penanganan kebakaran, serta respon peringatan dini agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya.
Ia mengungkap, penguatan kesiapsiagaan harus dilakukan berkelanjutan melalui patroli rutin, pemantauan wilayah rawan, kesiapan sarana dan prasarana sumber air (water management system), serta koordinasi aktif antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah.
“Pencegahan karhutla perlu kolaborasi dan komitmen bersama, termasuk dari pihak perusahaan, mulai dari kesiapan personel, ketersediaan sarana prasarana, patroli rutin secara berkelanjutan,” tuturnya.
Perwakilan ASP Group dukungan dan pendampingan dari BPBD Kabupaten Sambas pada pelatihan dan simulasi Karhutla. Karena bermanfaat bagi perusahaan, khususnya ASP Group.
Menurutnya, kegiatan tersebutk memberikan pemahaman teknis sekaligus praktik dalam penanganan awal karhutla. Sehingga memperkuat kesiapan personel meminimalisir risiko kebakaran di wilayah perusahaan.
ASP Group sangat mendukung upaya pencegahan karhutla melalui peningkatan kewaspadaan, pelaksanaan patroli internal, kesiapan peralatan. Serta koordinasi aktif dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.
Dari kegiatan ini diharapkan terbangun budaya kesiapsiagaan dan kepedulian bersama terhadap ancaman karhutla. Sehingga potensi kebakaran dapat dicegah, terurai dampak lingkungan, kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update News Sambas Times















