Home / Pemerintahan

Selasa, 9 Desember 2025 - 15:08 WIB

BPBD Sambas Gelar Renkon Banjir Berbasis AMPD Pertama di Kalbar

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Banjir berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Selasa (9/12/2025).

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Banjir berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Selasa (9/12/2025).

Sambas Times. Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Banjir berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) di Kabupaten Sambas, merupakan yang pertama kali disusun di Kalbar.

Wakil Bupati Sambas H Heroaldi Djuhardi Alwi mengapresiasi Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen (Renkon) Banjir berbasis AMPD yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas.

“Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Renkon berbasis AMPD patut di apresiasi. Karena penyusunan dokumen berbasis AMPD merupakan penyusunan pertama di Kalbar,” kata Wakil Bupati Sambas, Selasa (9/12/2025).

Ditegaskan Wakil Bupati Sambas, Renkon yang disusun dalam konsultasi publik ini bukan sekedar dokumen. Melainkan instruksi operasional kepala daerah, yang wajib dijalankan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana.

BACA JUGA:  Bupati Satono Resmikan Tugu Veteran 10 Januari 1949

“Renkon ini perintah resmi yang wajib dijalankan seluruh pemangku kepentingan, sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.” Tegas Heroaldi saat membuka konsultasi di Aula Bapperida Kabupaten Sambas.

Hero juga menekankan, bahwa dokumen Renkon harus menjadi dasar kerja bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kecamatan, desa, instansi vertikal, hingga organisasi masyarakat dalam langkah kesiapsiagaan dan operasi penanganan bencana.

Ia menjelaskan, penyusunan Renkon Banjir tahun ini disusun berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) sehingga setiap informasi prakiraan cuaca dan potensi banjir harus segera diikuti tindakan lapangan.

BACA JUGA:  Kapolda Kalbar Hadiri Curhat Jumat Bersama Forkopimda Sambas

Dengan pendekatan AMPD, daerah dinilai lebih cepat merespon potensi banjir. Lebih siap mengerahkan sumber daya, dan mampu mengurangi risiko terhadap masyarakat.

Wakil Hero juga mengapresiasi OPD terkait, serta pihak-pihak yang terlibat. Termasuk BNPB dan World Food Programme (WFP), yang turut mendukung penyusunan dokumen tersebut.

Ia berharap dokumen Renkon dapat memperkuat ketangguhan daerah dan memastikan masyarakat Sambas lebih terlindungi ketika bencana terjadi. “Kami ingin setiap jiwa masyarakat Sambas terlindungi dengan baik,” imbaunya.

Penulis: Muhammad Ridho I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Kemenkumham Sambas

Pemerintahan

UPT Kemkumham Sambas Gelar Ziarah dan Tabur Bunga ke Makan Pahlawan
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Satono Lantik 146 Pejabat Fungsional
DPRD Sambas

Pemerintahan

Dewan Dapil 6 Serap Aspirasi Bersama di Kecamatan Tangaran
Prajurit Kompi Pemangkat Tanam Sayur Manfaatkan Lahan Kosong

Pemerintahan

Prajurit Kompi Pemangkat Tanam Sayur Manfaatkan Lahan Kosong
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Hadiri Buka Bersama Keluarga Besar Dinkes Sambas
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Gelar Rakor Bersama Camat se Kabupaten Sambas
DPRD Sambas

Pemerintahan

Momentum Berkreasi dan Inovasi Kemajuan Kalbar
Polres Sambas

Pemerintahan

Polres Sambas Siapkan Pengamanan May Day
error: Content is protected !!