Home / Pemerintahan

Selasa, 9 Desember 2025 - 15:08 WIB

BPBD Sambas Gelar Renkon Banjir Berbasis AMPD Pertama di Kalbar

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Banjir berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Selasa (9/12/2025).

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Banjir berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Selasa (9/12/2025).

Sambas Times. Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Banjir berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) di Kabupaten Sambas, merupakan yang pertama kali disusun di Kalbar.

Wakil Bupati Sambas H Heroaldi Djuhardi Alwi mengapresiasi Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen (Renkon) Banjir berbasis AMPD yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas.

“Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Renkon berbasis AMPD patut di apresiasi. Karena penyusunan dokumen berbasis AMPD merupakan penyusunan pertama di Kalbar,” kata Wakil Bupati Sambas, Selasa (9/12/2025).

Ditegaskan Wakil Bupati Sambas, Renkon yang disusun dalam konsultasi publik ini bukan sekedar dokumen. Melainkan instruksi operasional kepala daerah, yang wajib dijalankan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana.

BACA JUGA:  Kembangkan Jeruk Moraga, Ramli Raup Cuan 12 Jutaan Perbulan

“Renkon ini perintah resmi yang wajib dijalankan seluruh pemangku kepentingan, sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.” Tegas Heroaldi saat membuka konsultasi di Aula Bapperida Kabupaten Sambas.

Hero juga menekankan, bahwa dokumen Renkon harus menjadi dasar kerja bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kecamatan, desa, instansi vertikal, hingga organisasi masyarakat dalam langkah kesiapsiagaan dan operasi penanganan bencana.

Ia menjelaskan, penyusunan Renkon Banjir tahun ini disusun berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) sehingga setiap informasi prakiraan cuaca dan potensi banjir harus segera diikuti tindakan lapangan.

BACA JUGA:  1.400 Rumah Terendam Banjir di Samustida

Dengan pendekatan AMPD, daerah dinilai lebih cepat merespon potensi banjir. Lebih siap mengerahkan sumber daya, dan mampu mengurangi risiko terhadap masyarakat.

Wakil Hero juga mengapresiasi OPD terkait, serta pihak-pihak yang terlibat. Termasuk BNPB dan World Food Programme (WFP), yang turut mendukung penyusunan dokumen tersebut.

Ia berharap dokumen Renkon dapat memperkuat ketangguhan daerah dan memastikan masyarakat Sambas lebih terlindungi ketika bencana terjadi. “Kami ingin setiap jiwa masyarakat Sambas terlindungi dengan baik,” imbaunya.

Penulis: Muhammad Ridho I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Wakil Ketua DPRD Kalbar Ir H Prabasa Anantatur MH

Pemerintahan

Prabasa Bangga Rumah Melayu Kabupaten Sambas Terwujud
Gubernur Kalbar Sutarmidji

Pemerintahan

Gubernur Kalbar Salurkan 300 Paket Sembako di Pemangkat
Kodim 1208 Sambas

Pemerintahan

Jelang Hari Juang, Kodim 1208 Sambas Gelar Berbagai Aksi Sosial
Wakil Ketua DPRD Sambas Ir H Arifidiar MH saat menyaksikan penyerahan reward Desa Mandiri

Pemerintahan

Arifidiar Ajak Desa Kabupaten Sambas Kejar Status Desa Mandiri
Ketua DPRD Sambas bersama Anggota DPRD Bengkayang mengabadikan momen foto bersama usai Kunjungan Kerja.

Pemerintahan

DPRD Sambas Terima Kunjungan DPRD Bengkayang
Ivandri juru bicara Fraksi Persatuan Demokrat menyerahkan PU Fraksinya kepada Ketua DPRD Sambas Abu Bakar

Pemerintahan

Fraksi Persatuan Demokrat Apresiasi RAPBD 2024
Bupati Sambas Satono menyampaikan apresiasi kolaborasi Pemda Sambas dan Parpol Dukung Pembangunan Daerah

Pemerintahan

Bupati Satono Hadiri Reses Komisi V DPR RI
Ketua TP-PKK Kabupaten Sambas Yunisa

Pemerintahan

Kader PKK Sejangkung Juara Pertama Lomba Penyuluhan PKBN
error: Content is protected !!