Sambas Times. Puskesmas Semparuk melakukan Fogging di lingkungan sekolah, serta pemukiman masyarakat guna mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Fogging dilakukan karena ada satu kasus DBD telah terjadi di Kecamatan Semparuk. Tepatnya Desa Semparuk Sebangkau, Kamis (31/8/2023), saat ini pasien telah dibawa ke Rumah Sakit.
“Kemarin ada warga kita terkena DBD dan sekarang sudah dirawat. Kita juga telah melakukan fogging ke sekolah terdampak,” kata Kepala Puskesmas Semparuk, Fitri Sholikah, Jumat (01/09/2023).
Selain fogging, puskesmas Semparuk juga memberikan Abate kepada pihak desa untuk diberikan kepada warganya. Ini juga merupakan salah satu upaya mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
Kepala Puskesmas mengatakan, pencegahan terbaik kasus DBD adalah dengan memberantas sarang nyamuknya. Setiap hari jumat kita imbau masyarakat untuk gotong royong membersihkan lingkungan sekitar
“Kami juga menghimbau setiap desa di kecamatan Semparuk, untuk terus melakukan 3 M (Menguras, Menutup, dan Mengubur). Ini merupakan langkah ampuh mencegah DBD,” ujarnya.
Fitri Sholikah berharap, tidak ada lagi warganya yang terkena DBD. Ia mengajak masyarakat kecamatan Semparuk untuk menjaga kebersihan sekitar.
“Jaga lingkungan tetap bersih, bisa terhindar dari gigitan nyamuk dengue. Mari bersama kita mencegahnya,” ajak Fitri Sholikah.
Adapun gejala-gejala infeksi Dengue, yaitu
- Demam mendadak tinggi 2-7 hari
- Pusing atau sakit kepala
- Mual dan kadang muntah
- Sakit perut
- Tulang sendi terasa ngilu dan nyeri otot,
- Diare
- Pendarahan (bintik-bintik merah, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB berdarah),
- Tangan dan kaki dingin, lembab, lemah serta tidur terus.
“Apabila ada gejala yang timbul dan dalam 3 hari demam tidak juga turun, segera lah ke dokter,” pesan kepala puskesmas semparuk.
Penulis : Yanra | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















