Sambas Times. DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sambas menggelar agenda Tumpahan Salok Serasehan bersama Keluarga Besar Marhaenisme (KBM) kabupaten Sambas di key’s Caffe danau Sebedang.
Tumpahan Salok Serasehan merupakan ajang silaturahmi GMNI dan Gerakan Pemuda Marhaen (GPM), yang mana secara historis kedua organisasi tersebut mempunyai keterikatan.
“Tumpahan Salok Serasehan ini ajang silaturahmi antara GMNI dan GPM, dan silaturahmi ini harus jaga demi keberlangsungan kedua organisasi tersebut,”. Ujar Ketua umum DPC GMNI Sambas Yogi. Senin, (10/3/2023).
Ia menjelaskan, GMNI merupakan elemen bangsa. Serta elemen muda nasionalis yang memiliki tanggung jawab, dan memikul beban perjuangan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.
Ia menegaskan, sebagai elemen muda nasionalis, GMNI telah menetapkan dirinya sebagai pejuang, pemikir yang berasaskan marhaenisme.
“Kedepannya GMNI dan GPM saling beriringan dan saling bersinergi dalam memperjuangkan kaum marhaenisme yang ada di Kabupaten Sambas “tambah Yogi.
Ketua GPM Sambas Ferdinan Syolihin mengatakan, seluruh kader GMNI dan GPM harus dapat menjadi pelopor. Spirit gotong royong, dan menumbuhkan semangat persatuan nasional di masyarakat.
“Melalui silaturahmi tumpahan salok ini, ia berharap dapat mempererat rasa semangat bergotong royong, persatuan dan nasionalisme, “motivasinya.
Hal senada sampaikan Sekretaris GPM Amirudin, ia berharap GMNI bisa merevolusi pikiran, mental dan semangat juang membangun pondasi negara dan daerah. Hal ini sesuai dengan pesan Bung Karno “revolusi adalah membangun dan menjebol”.
“Solidkan barisan, tetap jaga toleransi dan rawat NKRI, terus jaga pererat silaturahmi agar tercipta rasa kebersamaan, rasa gotong royong. Berjuang secara dinamis dalam satu kesatuan barisan marhanisme,” pungkasnya. (edo).
Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















