Sambas Times. Tim PKM Poltesa berkolaborasi bersama SMK Negeri 1 Semparuk mengelar pelatihan Mobile Apps dalam meningkatkan daya saing lulusan di bidang teknologi informasi kepada pelajar SMKN 1 Semparuk.
Heldi Hastriyandi, Ketua Tim PKM menjelaskan, pelatihan Mobile Apps bagi pelajar SMKN 1 Semparuk diberikan, dalam upaya menjawab tantangan era digital dan meningkatkan daya saing lulusan di bidang teknologi informasi.
Pada pelatihan itu, Heldi Hastriyandi didampingi anggota tim Sri Wahyuni dan Erifa Syahnaz, serta mahasiswa, berkolaborasi dengan SMKN 1 Semparuk melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
“Kami memberikan Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Mobile Apps di laboratorium SMKN 1 Semparuk diikuti siswa Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Poltesa,” jelasnya.
Ia menegaskan, program ini bertujuan membekali para pelajar SMKN 1 Semparuk tentang keterampilan praktis pengembangan aplikasi mobile berbasis cross-platform, menggunakan Framework Flutter.
“Ia, pengembangan aplikasi mobile berbasis cross-platform, menggunakan Framework Flutter, sekaligus mengintegrasikan pengetahuan basis data yang telah diperoleh pada pelatihan Database sebelumnya,” jelasnya lagi.
Dari pelatihan ini, para siswa diharapkan tidak hanya mampu merancang antarmuka aplikasi yang modern dan responsif, tetapi menghubungkannya dengan sistem database dinamis secara real-time.
Karena metode Project-Based Learning (PBL) untuk mendorong siswa mempraktikkan langsung membuat prototipe aplikasi, mulai dari perancangan UI/UX, instalasi tools, penulisan kode program, hingga pengujian perangkat smartphone.
“Pada pelatihan ini, Tim PKM melakukan pendampingan secara intensif, mulai dari tim dosen hingga mahasiswa, melalui modul ajar praktis sebagai bekal pembelajaran mandiri di masa depan,” tegasnya.
Ia juga mengatakan, pelatihan dan pendampingan pembuatan mobile apps ini merupakan langkah strategis dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kompetensi siswa di bidang teknologi informasi dan digital.
Pemilihan Framework Flutter sebagai perangkat pengembangan aplikasi cross-platform tidak hanya mempertimbangkan efisiensi dan performa yang mumpuni, tetapi menyesuaikan dengan spesifikasi perangkat keras di laboratorium SMK Negeri 1 Semparuk.
“Keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi yang erat antara tim pelaksana, dosen, mahasiswa dan pihak sekolah, yang telah menunjukkan komitmen tinggi mendukung peningkatan SDM di bidang Rekayasa Perangkat Lunak,” pungkasnya.
Pelatihan Mobile Apps Ciptakan Portofolio Karya Nyata Kompetitif
Heldi Hastriyandi Ketua tim mengatakan, dari keterampilan yang diperoleh siswa melalui pelatihan ini, dapat menjadi modal berharga dalam menciptakan portofolio karya nyata yang kompetitif.
Serta mendorong terbentuknya ekosistem digital produktif di kalangan generasi muda, di mana pemanfaatan smartphone beralih dari sekadar konsumsi konten hiburan menjadi kegiatan inovatif.
Taufick Alansyah perwakilan SMK Negeri 1 Semparuk menyambut positif kegiatan ini, ia berharap melalui transfer teknologi yang adaptif, serta komunitas belajar Mobile Dev, lulusan sekolah memiliki portofolio kompetitif di industri startup dan perusahaan IT.
Termasuk mengubah kebiasaan konsumsi konten digital pasif menjadi kegiatan produktif, tentunya sebagai pengembang aplikasi yang siap mengakselerasi ekonomi digital di Kabupaten Sambas.
Taufiq yang juga Ketua Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menuturkan, aplikasi mobile/seluler memberikan pengetahuan dan wawasan bagi para siswa, yang sangat relevan dengan kompetensi keahlian mereka.
“Keberhasilan siswa mengenali aplikasi mobile berbasis ide mandiri, dapat menjadi motivasi untuk terus berkreasi. Ia berharap kerja sama SMKN 1 Semparuk dan Poltesa dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” harapnya.
Fitri Nur Khanza pelajar SMKN 1 Semparuk mengucapkan terima kasih kepada Poltesa yang telah memberikan pelatihan Mobile Apps, ia mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan bagus.
“Terima kasih Poltesa, karena materi program ini, khususnya mobile apps belum didapatkan di sekolah, sehingga kami mendapat pengetahuan baru terkait keilmuan dan pendidikan di prodi RPL,” tutur dia.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times















