Sambas Times. Peringatan Hari Dosen Nasional momentum menegaskan peran dosen dalam membangun bangsa, penguatan nilai integritas, keberanian, dan keterbukaan sebagai fondasi utama pendidikan tinggi yang bermutu.
Tanggal 3 Februari menjadi Hari Dosen Nasional memiliki makna historis yang kuat. Karena merujuk pada peristiwa bersejarah Aksi Nasional Dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2025, sebagai simbol bangkitnya kesadaran kolektif dosen Indonesia.
Antha Wakil Ketua DPP Adaksi menegaskan, aksi itu menandai awal pergerakan dan perjuangan dosen menyuarakan keadilan, martabat profesi. Serta hak atas kesejahteraan yang layak dalam penguatan mutu pendidikan tinggi.
Ia juga mengatakan, momentum aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas) tidak saja sebagai simbol nasionalisme. Tetapi “Monumen Dosen ASN”, yang merepresentasikan integritas menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan.
“Peristiwa ini menjadi tonggak penting perjalanan profesi dosen. Tentunya sebagai insan akademik yang berani berdiri tegak memperjuangkan nilai dan tanggung jawabnya kepada bangsa,” jelasnya.
Peringatan Hari Dosen Nasional tahun ini mengusung tema “Dosen Kuat, Indonesia Maju”. Serta menegaskan bahwa dosen yang kuat bukan hanya unggul secara keilmuan, tetapi kokoh dalam nilai dan karakter.
Antha mengatakan, integritas menjadi dasar kepercayaan publik terhadap dunia akademik, tercermin dari kejujuran ilmiah, etika profesional. Serta konsistensi antara nilai pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dosen Pikul Tanggung Jawab Moral dan Profesional
Sebagai pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen memikul tanggung jawab moral dan profesional. Baik sebagai penyelenggara pendidikan dan pengajaran yang bermutu
Serta menghasilkan penelitian yang beretika dan berdampak. Termasuk dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
“Tanggung jawab ini menempatkan dosen sebagai garda terdepan dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata bagi pembangunan nasional,” bebernya.
Selain itu, dosen dituntut memiliki keberanian untuk berpikir kritis, menyuarakan kebenaran akademik. Serta mengambil sikap tegas dalam menjaga marwah pendidikan tinggi.
Keberanian akademik mendorong lahirnya inovasi, pemikiran maju, dan solusi atas berbagai tantangan bangsa di tengah perubahan global yang cepat dan kompleks. Serta nilai keterbukaan peran dosen sebagai penggerak kolaborasi dan kemajuan.
“Keterbukaan terhadap dialog, kritik, dan kerja sama lintas disiplin menciptakan iklim akademik yang inklusif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Melalui nilai integritas, keberanian, dan keterbukaan, diharapkan dosen terus menjadi teladan. Agen perubahan dan motor penggerak pembangunan sumber daya manusia unggul.
Sinergi seluruh pemangku kepentingan pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung peran dosen agar dapat berkarya secara optimal dan berkelanjutan.
Peringatan Hari Dosen Nasional ini menjadi ajakan untuk terus menjaga semangat perjuangan, memperkuat nilai-nilai luhur akademik, dan meneguhkan komitmen dosen membangun pendidikan tinggi yang berdaya saing serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















