Sambas Times. Tiga Politeknik Negeri Vokasi Kalimantan Barat harap pemerintah daerah baik kabupaten dan provinsi terima masukan dan saran terkait inovasi daerah.
Harapan tersebut disampaikan Wakil direktur bidang kerjasama Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) Topan Prihantoro, ST MT, Kamis (7/3/2024) di Singkawang,
“Melalui FGD “Horizon Scanning” dapat menjadi titik awal memberikan masukan kepada pemerintah daerah, terutama tentang inovasi apa saja yang ingin kita kembangkan,” tegasnya.
Topan Prihantoro membeberkan, bahwa potensi di Kalbar terbagi menjadi 5 sektor, yaitu, perkebunan, perikanan, pariwisata, pertanian, dan peternakan.
Ia menjelaskan potensi perkebunan Kalbar didominasi perkebunan sawit, sehingga harus ada inovasi terkait pengolahan limbah sawit baik di kebun dan pabrik.
“Bagaimana limbah yang terbuang percuma bisa bermanfaat atau timbal balik, seperti menjadi pupuk, pelet dan sebagainya, sehingga inovasi dari akademisi dapat direalisasikan masyarakat sekitar,” sarannya.
Sektor perikanan, Wadir menyebut sarana prasarana masih kurang, dan tidak adanya pengolahan pakan ikan, sedangkan potensi perikanan sangat melimpah.
“Inovasi terkait pembuatan pakan ikan saya rasa tidak sulit. Karena perguruan tinggi dan SMK vokasi dapat dilibatkan untuk membuat inovasi mesin pakan ikan,” jelasnya.
Topan Prihantoro mendorong perguruan tinggi lainnya untuk berkolaborasi dengan dunia usaha. Dan industri agar 5 sektor di atas dapat mensejahterakan masyarakat Kalbar.
“Keterkaitan persiapan SDM melalui pendidikan vokasi dan bermitra dengan industri, salah satu langkah meningkatkan perekonomian masyarakat dengan inovasi daerah,” tutupnya.
Penulis : Riskiyansyah | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















