Sambas Times. Jembatan dalam bentuk rangka baja (Beiley) sementara Sambas-Subah sudah belasan tahun sejak era Gubernur Cornelis hingga sekarang masih belum dibangun.
Adi Fitriansyah warga Kabupaten Sambas mempertanyakan kapan jembatan sementara itu dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, karena kondisi jembatan sudah tidak layak dengan kondisi sekarang.
“Kendaraan perusahaan perkebunan yang melintas besar-besar, sementara kondisi jembatan sementara kecil, sangat rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas),” kata Adi Fitriansyah, Senin (29/7/2024) di Sambas.
Adi sapaan akrabnya berharap Pemprov Kalbar melalui instansi terkait, dalam hal ini Dinas PUPR Kalbar dapat melakukan monitoring, dan meninjau kelayakan kondisi jembatan, sehingga bisa mendapat prioritas.
“Harus ada peninjauan langsung kondisi jembatan Sambas-Subah dari Dinas PUPR Kalbar, sehingga jembatan sementara itu bisa masuk prioritas pembangunan,” harapnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kalbar H Subhan Nur pernah mendesak Dinas PUPR dapat memprioritaskan pembangunan Jembatan Sambas-Subah. Karena sudah belasan tahun masih belum ada progresnya.
Dari keterangannya saat monitoring di lapangan. Masih ada 2 titik jembatan provinsi Sambas-Subah penghujung Kabupaten Sambas dengan Kabupaten Bengkayang yang bersifat sementara.
Subhan menyampaikan bahwa jalan penghubung kabupaten itu dibangun era Gubernur Cornelis. Yaitu jalan Sambas-Subah, Ledo, Seluas dan Jagoi Babang, namun hingga sekarang jembatan sementara itu masih belum dibangun.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















