Home / Budaya

Jumat, 29 Agustus 2025 - 11:05 WIB

Kecamatan Tangaran Gelar Festival Baca Rawi Lestarikan Seni Budaya

Festival Baca Rawi yang dilaksanakan Panitia HUT RI ke-80 Kecamatan Tangaran di Pentas Pasar Simpang Empat, Kecamatan Tangaran.

Festival Baca Rawi yang dilaksanakan Panitia HUT RI ke-80 Kecamatan Tangaran di Pentas Pasar Simpang Empat, Kecamatan Tangaran.

Sambas Times. Untuk pelestarian seni dan budaya, panitia Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Kecamatan Tangaran menggelar Festival Baca Rawi di Kecamatan Tangaran.

Ipan Agustanto Panita HUT RI Kecamatan Tangaran mengatakan, Lomba Baca Rawi yang diikuti 8 perwakilan desa se kecamatan Tangaran dilaksanakan dalam upaya pelestarian seni budaya.

“Selain pelestarian seni dan budaya, kegiatan yang diikuti perwakilan seluruh desa se Kecamatan Tangaran dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI ke-80,” kata Ipan Aguatanto, Jumat (29/8/2025).

Ipan sapaan akrabnya mengatakan, baca rawi di Kecamatan Tangaran termasuk seni budaya yang populer, sehingga momentum kemerdekaan ini menjadi sarana dalam pelestarian seni dan budaya.

BACA JUGA:  Bupati Terima Audiensi MABM Kabupaten Sambas

“Kami para panitia menjadikan festival baca rawi mengisi kemeriahan dan semarakkan HUT RI.” Ujar Ipan pada Festival Baca Rawi se Kecamatan Tangaran.

Pada festival ini, jelas Ipan, masing-masing desa di Kecamatan Tangaran mengirimkan satu perwakilan tim baca rawi. Sesuai jumlah 8 desa, ada 8 tim yang ikut memeriahkan festival.

“Festival ini diikuti 8 desa se Kecamatan Tangaran, kegiatan dipusatkan di Pentas Utama Pasar Desa Simpang Empat,” ujar Ipan menjelaskan.

Ia bersyukur, festival yang digelar mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sehingga masyarakat antusias menyaksikan festival baca rawi yang digelar di Pasar Simpang Empat.

BACA JUGA:  Gubernur Kalbar Tinjau Progress Rumah Melayu Sambas

Abdul Hadi salah satu juri Festival Baca Rawi Kecamatan Tangaran menjelaskan pentingnya melestarikan seni budaya. Terutama yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Harapan dia, dengan momentum perlombaan atau festival baca rawi, dampaknya dapat terjaga kelestariannya, terutama bagi anak-anak muda sebagai generasi penerus.

”Memang tantangan kita saat ini adalah bagaimana generasi muda meminati seni budaya. Sehingga kita yang sudah sepuh atau para orang tua dapat menularkan baca rawi, dzikir nazam kepada mereka,” harapnya.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Alfian Yunantoro Pelestari Seni Budaya Budaya Jawa di Kalimantan Barat

Budaya

Sosok Alfian Yunantoro, Pelestari Seni dan Budaya Jawa di Kalbar

Budaya

Kukuhkan MABM Kecamatan Salatiga, Misni Ajak Sukseskan FSBM 2022
Kurator Museum Daerah Sambas Muriadi

Budaya

Kurator Museum Daerah Terima Kunjungan 36 Siswa SD Islam Terpadu Ya Bunayyah
Subhan Nur Ketua Dewan Penasehat MABM Kabupaten Sambas pada rapat persiapan peresmian Rumah Melayu Sambas

Budaya

Subhan Nur : Layak Disebut Rumah Melayu Berkemajuan
Sekda Sambas Ir H Ferry Madagaskar MSi memimpin rapat persiapan peresmian Rumah Melayu Berkemajuan

Budaya

Pemda dan MABM Mantapkan Peresmian Rumah Melayu Sambas
Workshop BPKW XVII

Budaya

Workshop BPKW XVII di Gorontalo Dihadiri Maestro Sambas
Ketua MABM Sambas Misni Safari

Budaya

MABM Sepakat FSBM 27 Agustus 2022
MUI Kabupaten Sambas

Budaya

Merawat Kebinekaragaman dengan Moderasi Beragama di Kabupaten Sambas
error: Content is protected !!