Sambas Times. Pemerintah Kecamatan Tangaran terus mengawal Desa-desa di Kecamatan Tangaran menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) tentang Ketahanan Pangan.
Dari 8 Desa, hingga Senin (14/7) sudah 6 Desa yang menggelar Musdesus ketahanan pangan, Selasa (15/7/2025) Musdesus Ketahanan Pangan kembali dilaksanakan Desa Tangaran.
Camat Tangaran, Suhut Firmansyah mengapresiasi desa-desa telah menjadwalkan Musdesus Ketahanan Pangan, karena ini sangat mendukung program ketahanan pangan yang digulirkan pemerintah.
“Terima Kasih kepada desa-desa yang telah dan menjadwalkan Musdesus Ketahanan Pangan, karena program ini sejalan dengan program pemerintah,” kata Camat Tangaran Suhut Firmansyah semangat.
Suhut berharap, dengan digelarnya Musdesus Ketahanan Pangan, semakin menegaskan komitmen desa menyukseskan program ketahanan pangan.
“Dari Musdesus ini diharapkan desa-desa sepakat dengan program yang telah dimusyawarahkan. Terutama untuk meningkatkan dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” harapnya.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Tangaran, Robi Asmadihansyah menegaskan. Musdesus Ketahanan Pangan TA 2025 berlandaskan Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025.
Ia mengatakan, musyawarah yang dilaksanakan mencerminkan keberpihakan dan komitmen bersama dalam menghadapi persoalan ketahanan pangan.
“Musdesus Ketahanan Pangan juga menyiratkan kekuatan kearifan lokal masing-masing desa, terutama dalam mengelola sumber daya desa secara optimal,” ujar Robi.
Robi juga mengingatkan tentang Inpres 10 tahun 2025. Yakni Instruksi Presiden tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri, serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).
“Instruksi ini untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, yaitu dengan mendukung pencapaian swasembada jagung. Setiap desa masing-masing mempersiapkan satu hektar lahan perkebunan jagung,” ujarnya mengakhiri.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















