Sambas Times. Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) menanggapi permasalahan banjir yang terjadi pada beberapa kecamatan se Kabupaten Sambas. Minggu, (5/3/2023).
“Beberapa pekan terakhir intensitas curah hujan sangat tinggi. Ditambah luapan air sungai yang mengakibatkan ribuan rumah warga terendam banjir,” ujar Ketua Umum KMKS Dimas Yosa Ananda.
Ia menyampaikan, dari data BPBD Kalbar, ada 42 desa dari 15 kecamatan se Kabupaten Sambas, dan sekitar 3.023 Kepala Keluarga dari 11.168 jiwa terdampak banjir, serta 2.984 rumah yang tergenang banjir.
“Banjir Kabupaten Sambas hampir merata, dari 19 Kecamatan, ada 15 Kecamatan yang terkena banjir. Kami melihat ini terjadi jika musim penghujan,” jelas Dimas.
Setiap curah hujan tinggi, Kabupaten Sambas menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Dan tahun ini sudah kedua kalinya dilanda banjir, yang paling rentan Kecamatan Sejangkung.
“Ini menjadi PR Pemda Sambas untuk menyelesaikan masalah banjir, karena dalam satu tahun ini sudah dua kali Kabupaten Sambas dilanda banjir,” tegasnya.
Menurutnya fenomena seperti ini menjadi tugas bersama untuk saling menguatkan, dan menjaga lingkungan sekitar. Namun masyarakat tidak mempunyai sub power kebijakan untuk mengatasi masalah banjir.
“Ini tugas dan PR Pemda Sambas yang harus segera diselesaikan, dan di prioritaskan. Bukan 1 sampai 2 kecamatan yang terdampak, tetapi sudah 15 kecamatan, kami melihat ini fenomena yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia meminta Pemda Sambas dapat memperhatikan normalisasi sungai dan lingkungan yang terdampak banjir, terutama wilayah titik rawan banjir. “Selain infrastruktur, normalisasi sungai juga harus dikedepankan,” tutupnya. (edo)















