Sambas Times. Perubahan status Institut Agama Islam Sambas (IAIS) ke Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan reputasi pendidikan.
Harapan itu disampaikan Mahasiswa Fakultas Hukum UNISSAS, Luffi Ariadi, usai Launching dan pelantikan Dr Arnadi sebagai Rektor UNISSAS Periode 2025-2030, Selasa (14/1/2025).
Ia mengatakan, berdirinya UNISSAS tidak serta merta muncul ke permukaan, namun mengalami begitu banyak tahapan, bermuara pada program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Tahun Akademik 2002/2003.
Akhir tahun 2024 status IAIS Resmi berubah menjadi UNISSAS, hal ini sesuai keputusan Menteri Agama RI nomor 1257 tahun 2024. Dan 14 Januari 2025 telah di Launching dan Pelantikan Rektor UNISSAS Periode 2025-2030.
“Kami mahasiswa Fakultas Hukum mengucapkan selamat atas di lantiknya Rektor UNISSAS Periode 2025-2030. Serta berharap tidak saja maju dari reputasi kampus, namun biaya kuliah dari perubahan ini,” harapnya.
Ia mengutip kata sambutan Rektor UNISSAS yang mengatakan “Kita boleh berbangga. Namun ingat tanggungjawab besar ialah mengembalikan marwah Kabupaten Sambas, kearifan lokal, mengangkat Keislaman di kabupaten Sambas kembali”.
“Dari perubahan ini terdapat pesan moril, diantaranya melakukan perhatian intensif agar dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa mengembangkan diri dan mengejar cita-cita,” pesannya.
Luffi juga berharap, melalui perubahan ini peningkatan elektabilitas semakin nyata, termasuk intelektualitas bahkan moralitas terus dijaga semua mahasiswa. Khususnya civitas akademika dan berdampak luas bagi masyarakat umumnya.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















