Sambas Times. Mahasiswa Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (Unnisas) menggelar dialog panel anti Intoleransi dan Radikalisme di Aula Unnisas, Rabu (30/4/2025).
Dialog panel yang diikuti 50 peserta diskusi mengangkat tema “Tantangan mahasiswa Sambas dalam menghadapai Intoleransi dan radikalisme di era digital”.
Dialog disampaikan 3 narasumber, diantaranya, Wakil Rektor 3 Unnisas dan Ketua MUI Kabupaten Sambas. Assoc Prof Dr H Sumar’in, Kepala Kemenag Kabupaten Sambas, H Mahmud SAg, dan Wakil Direktur CBN Kalbar Ramadhan Putra ME.
Presiden Mahasiswa (Presma) Unnisas, Siti Nuria menjelaskan, dialog dilaksanakan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, tantangan intoleransi dan radikalisme yang semakin kompleks.
“Era digital menjadi ladang subur bagi penyebaran paham-paham ekstrem melalui media sosial dan platform daring,” kata Presma Unnisas, Siti Nuria.
Ia mengatakan, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan penjaga nilai-nilai kebhinekaan, terutama dalam menangkal isu-isu intoleran.
“Melalui literasi digital, diskusi kritis, dan kampanye damai di media sosial. Diharapkan mahasiswa dapat menangkal narasi-narasi intoleran dan membangun ruang digital yang sehat,” harapnya.
Ia juga berharap peran aktif mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat melawan hoaks. Sehingga menjadi kunci penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi.
Diakhir kegiatan, Presma Unnisas, Siti Nuria memimpin deklarasi pernyataan sikap menolak segala bentuk Intoleransi dan paham radikalisme di kabupaten Sambas.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















